Selasa, 29 April 2014 | WIB | Dibaca : 691 Kali

Bupati Bengkalis Buka Raker Perindag Se-Riau

Bupati Bengkalis, H. Herliyan Saleh mewakili Gubernur Riau, H. Annas Maamun membuka rapat kerja pembangunan perindustrian dan perdagangan se-Riau di Lantai IV Kantor Bupati Bengkalis, Senin (28/4) sore.

[caption id="attachment_1009" align="aligncenter" width="640"]Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh saat membuka Raker Perindag se-Provinsi Riau Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh saat membuka Raker Perindag se-Provinsi Riau[/caption]

Kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari ini, dihadiri oleh seluruh kepala Perindustrian dan Perdagangan kota/kabupaten se-Riau membahas program kerja bidang perindustrian dan perdagangan seluruh kabupaten/kota. Serta keterpaduan antara program tersebut dengan program Pemerintah Provinsi serta usulan-usulan apa saja yang memungkinkan untuk diajukan ke Pemerintah Pusat.

Bupati mewakili Gubernur menyambut baik diselenggarakan kegiatan ini, dengan harapan melalui rapat kerja antara provinsi dengan kabupaten/kota yang membidangi industri dan perdagangan akan menghasilkan program dan kegiatan yang saling bersinergi untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat khususnya dalam mendukung program sesuai dengan visi Gubernur Riau yaitu “terwujudnya provinsi riau yang maju, masyarakat sejahtera dan berdaya saing tinggi, menurunnya kemiskinan, tersedianya lapangan kerja serta pemanfaatan aparatur ”.

Dalam pengarahannya Gubernur seperti disampaikan Bupati Bengkalis, mengharapkan kepada peserta rapat, agar tidak saja dapat mensinergikan program kerja ke depan, akan tetapi juga dapat membahas berbagai permasalahan yang timbul dan berkembang dewasa ini yang terkait dengan sektor industri dan perdagangan.

“Di dalam pencapaian visi riau 2020 yakni “menjadikan riau sebagai pusat perekonomian dan kebudayaan melayu dalam lingkungan masyarakat yang agamis sejahtera lahir dan bathin di Asia Tenggara,” peranan Dinas Perindustrian dan Perdagangan sangat dominan dalam mendukung dan menunjang kearah pencapaian visi tersebut.

“Oleh karena itu di tangan saudara-saudaralah terletak masing-masing daerah dapat maju dan berkembang, khususnya di sektor industri dan perdagangan,” ujar Gubri seperti disampaikan Bupati.

Melalui kegiatan ini juga, para kepala dinas dituntut untuk menyusun program kerja yang dinamis karena adalah suatu ironi bahwa Riau dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam, namun masih banyak masyarakatnya berada dibawah garis kemiskinan.

Selain itu, program ekonomi berbasis kerakyatan juga menjadi program yang harus menjadi perioritas karena program tersebut dapat menggerakkan dunia usaha dan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan industri dan perdagangan.

Di samping itu juga dalam menghadapi AFTA (Asean Free Trade Area) atau masyarakat ekonomi ASEAN Tahun 2015 dimana dengan terbukanya perekonomian ASEAN, maka aliran perdagangan barang dan jasa, investasi, dan perpindahan tenaga kerja antar negara asean tak ada lagi hambatannya. tentu ini akan menghadirkan peluang sekaligus tantangan tersendiri bagi pembangunan ekonomi semua negara ASEAN, termasuk Indonesia.

“Dalam menghadapi tantangan dan ancaman tersebut kita harus mampu menghasilkan produk-produk berkualitas dan memiliki daya saing, sehingga dapat diserap pasar, baik didalam negeri sendiri, terlebih-lebih lagi diluar negeri. Kompetisi harga dan daya saing yang kuat dapat diwujudkan apabila kita memiliki berbagai industri yang bekerja secara efektif dan efisien dalam menggunakan setiap komponen produksi yang dibutuhkan, termasuk tenaga kerja,” ujar Bupati membacakan pidato Gubri.