Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh, Selasa (13/5) membuka acara Lomba Cipta Menu tingat Kabupaten Bengkalis. Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan, melalui kegiatan tersebut diharapkan para ibu menjadi lebih kreatif mengolah bahan makanan.
[caption id="attachment_1107" align="aligncenter" width="640"]
Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh menunjuka salah satu menu makanan yang disajikan oleh peserta lomba cipta menu yang ditaja Badang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kab. Bengkalis[/caption]
“Saya menyambut baik pelaksanaan lomba Cipta Menu Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Kabupaten Bengkalis ini. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini akan membuka wawasan para kaum itu untuk lebih kreatif dalam mengolah bahan makanan beragam, bergizi dan berimbang serta sehat dengan memanfaatkan bahan baku pangan local,” ujar Herliyan.
Dijelaskan, lomba cipta menu pangan B2SA yang digelar saban tahun, bukan semata untuk mengejar juara, tetapi ada hal lain yang penting yaitu untuk memasyarakatkan pemahaman akan pentingnya pangan, beragam, bergizi, seimbang dan aman berbasis sumber daya lokal kepada seluruh masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga.
“Sudah menjadi komitmen bersama, bahwa salah satu cara menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas dan unggul adalah dengan memperbaiki kualitas konsumsi masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan apabila makanan yang kita konsumsi sehari-hari mengandung zat gizi lengkap sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan jumlah yang berimbang antar kelompok pangan berdasarkan cita rasa, daya cerna, daya terima masyarakat dan kemampuan daya beli masyarakat,” sebut Bupati lagi.
Pola konsumsi pangan menjadi unsur penting yang perlu menjadi perhatian bersama, untuk mewujudkan kondisi terpenuhinya pangan yang sehat bagi tubuh. Untuk dapat hidup sehat, aktif dan produkrif secara berkelanjutan diperlukan konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman.
“Konsumsi pangan yang berlebihan atau kurang dapat berdampak tidak baik terhadap kesehatan dan perkembangan tubuh manusia. Berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat dewasa ini, banyak diantaranya yang berhubungan dengan pola konsumsi yang kurang tepat. Seperti kelebihan berat badan (obesitas) yang rentan terhadap penyakit jantung, diabetes dan lainnya,” sebut Bupati lagi.
Menurut standart nasional Pola Pangan Harapan (PPH), idealnya perkapita perhari dibutuhkan energi 2.000 kilo kalori (kkal), yang komposisinya 50% padi-padian, 6% umbi-umbian, 12% pangan hewani, 10% minyak dan lemak, 3% buah/biji berminyak, 5% kacang-kacangan, 5% gula, 6% sayur dan buah, 3% lain-lain. Pemenuhan konsumsi ideal ini dinyatakan nilainya dengan angka 100 pada skor PPH.
Panitia menyiapkan hadiah utama Rp 4,5 juta serta piala bergilir. Sedangkan tim penilai atau dewa juri dari Provinsi Riau, Asosiasi Chef Indonesia Riau, dan dari Dinas Kesehatan Bengkalis. Kriteria penilaian seperti keragaman, nilai gizi, penampilan penyajian dan cita rasa. Pemenang dari lomba cipta menu ini akan mewakili Kabupaten Bengkalis tingkat Provinsi Riau pada Agustus mendatang.