Kamis, 22 Mei 2014 | WIB | Dibaca : 727 Kali

Bupati Bengkalis Lantik Pengurus LAMR Pinggir

[dropcap style="nonestyle" rounded="nonestyle"]P[/dropcap]engurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Pinggir dilantik, Kamis (15/5). Pelantikan dihadiri oleh Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh, Sekda yang juga Ketua LAMR Kabupaten Bengkalis H Burhanuddin, anggota DPRD Amril Mukminin dan Camat Pinggir Kasmarni.

[caption id="attachment_1114" align="aligncenter" width="1024"]Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh ditepuk tepung tawari oleh tokoh masyarakat Pinggir saat pelantikan LAMR Kecamatan Pinggir Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh ditepuk tepung tawari oleh tokoh masyarakat Pinggir saat pelantikan LAMR Kecamatan Pinggir[/caption]

Acara pelantikan digelar di Gedung LAMR Pinggir, Desa Balai Pungut. Adapun ketua LAMR Pinggir yang dilantik adalah Al Azmi. Bupati dalam pengarahannya meminta kepada pengurus yang telah dilantik menyusun program kerja. Sekali amanah dipikul, tempatkan seluruh kemampuan dengan sebaik-baiknya.

“Tunjuk ajar Melayu mengingatkan kita, bahwa untuk menjalankan amanah hendaknya dilakukan dengan merapatkan barisan, berpadu satu dalam persebatian yang kokoh. dari perpaduan ini akan lahir rasa kebersamaan yang menjadi kunci kekuatan kita semua,” ujar Bupati.

Pengurus LAMR dituntut harus dapat menjadi tali pengikat dan payung pemersatu dan memberikan kontribusi berupa pemikiran dan ide-ide serta nasehat dalam rangka mendukung proses pembangunan di Kabupaten Bengkalis Negeri Junjungan yang dicintai. LAMR juga harus menunjukan jati diri sebagai lembaga yang mampu menjawab dan menjernihkan seluruh persoalan-persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

“Keberadaan LAMR sebagai payung bagi masyarakat, tidak hanya memayungi suku melayu semata, namun juga sebagai payung pemersatu seluruh suku dan etnis yang ada di Kecamatan Pinggir. Keberadaan berbagai ragam budaya di Kabupaten Bengkalis menjadi sebuah khazanah kekayaan budaya yang patut kita lestarikan. Pengurus LAMR Kecamatan Pinggir harus bijak dalam merangkul semua eleman masyarakat yang ada,” pesan Bupati.

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melestarikan adat dan budaya sebagai salah satu kekayaan yang menjadi warisan di bumi melayu ini. Di tengah modernisasi zaman dan kecanggihan teknologi saat ini ternyata kekayaan budaya sebagai warisan nenek moyang masih memiliki nilai tersendiri di mata masyarakat. namun fakta yang terjadi saat ini, upaya pelestarian budaya mulai kurang diminati oleh kaum muda.