[dropcap style="white-dropcap blue" rounded="nonestyle"]B[/dropcap]upati Bengkalis, H. Herliyan Saleh, Kamis (15/5) malam, membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Rupat Utara, di desa Tanjung Punak. MTQ kali ini terlihat lebih menarik, karena digelar tidak jauh dari pantai Rupat Utara.
[caption id="attachment_1121" align="aligncenter" width="640"]
Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh didampingi Sekda Kab. Bengkalis H. Burhanuddin, Ketua LPTQ Kab. Bengkalis H. Arianto, Camat Rupat Utara Azman serta panitia menekan tombol sirine tanda dibukanya MTQ Kec. Rupat Utara[/caption]
Dalam sambutannya, Bupati mengakui bahwa perkembangan teknologi menjadi salah satu sebab jauhnya Al-Quran dari kehidupan sehari-hari. Padahal, satu ketika dulu, di saat rumah-rumah masyarakat hanya diterangi lampu teplok, lantunan ayat suci al-Quran hampir terdengar di semua rumah warga.
“Perkembangan teknologi dan globalisasi menyebabkan umat Islam mulai jauh dari Al quran. Lantunan Al quran nyaris tak terdengar lagi di rumah-rumah umat Islam. Untuk itu pada kesempatan ini saya mengajak seluruh umat Islam dan anak muda untuk sering membaca kitab suci Al quran,” himbau Bupati.
Yang lebih miris lagi sambung Bupati, ada sebagian umat Islam menjadikan kitab suci Al quran ini hanya menjadi barang hiasan yang disimpan di lemari.
“Al-Quran tersusun rapi di dalam almari, semuanya terlihat masih sangat baru, sebagai pertanda kalau Al-quran tersebut tidak pernah dibuka untuk dibaca,” ujar Bupati lagi.
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan, bahwa hakikat pelaksanaan MTQ, adalah bagian dari upaya pembinaan kepada umat Islam, agar lebih mendalami dan mengamalkan nilai-nilai isi dan kandungan Al quran. Disamping itu, pelaksanaan MTQ juga menjadi wahana syiar kebenaran Al quran sebagai pedoman umat manusia.
“Mari kita jadikan Al-qur’an sebagai pedoman dalam menciptakan tatanan kehidupan yang harmonis, dengan menunjukkan bahwa umat Islam yang cinta damai, ramah dan toleran serta membangun kebersamaan mengatasi berbagai persoalan dengan cara-cara Islami,” ajak Bupati.
Ditambahkan lagi, bahwa helat MTQ yang dilaksanakan setiap tahun Insyaallah, akan menambah semangat umat Islam untuk lebih dekat dengan Al qur’an, sehingga dapat mendorong umat Islam untuk terus mempelajari dan memahami serta mempedomani nilai-nilai Al qur’an.
“Mari tanamkan tekad untuk menjadi orang yang selalu belajar Al qur’an maupun orang yang mengajarAll qur’an, kalau pun tidak jadilah pendengar bacaan Al qur’an dan orang yang mencintai Al qur’an,” ujar Bupati.
Terakhir, melalui momentum MTQ, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyatukan tekad, mendekatkan diri dengan Al quran, melalui gerakan membaca Al quran usai Shalat Maghrib atau tradisi maghrib mengaji.
“Perlu diingat, budaya maghrib mengaji tidak hanya ditujukan bagi anak-anak kita, namun harus dilaksanakan oleh para orang tua. Tradisi maghrib mengaji banyak memberikan manfaat bagi kita. Yakni, terjadinya komunikasi antara anak dengan orang tua, sehingga dapat berbagi ilmu agama serta akhlak dan budi pekerti,” sebutnya.