[dropcap style="white-dropcap blue" rounded="nonestyle"]B[/dropcap]adan Pengelolaan Perbatasan (BPP) Kabupaten Bengkalis siap menjalin kerjasama dalam hal pengembangan infrastruktur dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Pusat, khususnya untuk kawasan pulau Rupat. Pada minggu lalu, tim ahli dan deputy fasilitas dan pengelolaan perbatasan dari BNPP mengunjungi pulau Rupat.
[caption id="attachment_1131" align="aligncenter" width="640"]
Pantai Tanjung Punak di kecamatan Rupat Utara[/caption]
Kepala BPP Bengkalis, Muhammad Amin kepada wartawan, Senin (19/5) menyebutkan, bahwa rombongan BNPP yang berjumlah enam orang pada Minggu lalu meninjau langsung kondisi infrastruktur di Kecamatan Rupat Utara. Dipilihnya Rupat Utara karena wilayah tersebut merupakan kawasan terluar yang berhadapan langsung dengan negeri jiran Malaysia serta berada di tepi Selat Melaka.
“Berbagai persoalan infrastruktur dibahas pada kunjungan tersebut. Diantaranya adalah melakukan evaluasi sekaligus monitoring terhadap Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang berada di desa Tanjung Medang Kecamatan Rupat Utara. PLBN itu sendiri sudah dibangun beberapa tahun lalu, namun belum difungsikan sejauh ini,”terang Amin.
Dikemukakannya, selain dirinya selaku kepala BPP juga turut sejumlah kepala bidang di BPP Bengkalis. Selain meninjau keberadaan PLBN di Tanjung Medang rombongan dari BNPP juga melihat langsung kondisi pelabuhan kapal penyeberangan penumpang dan kendaraan (roll on roll off/roro) di Tanjung Medang yang juga dibangun oleh Pemprov Riau empat tahun lalu.
Kemudian tukas Amin, melihat situasi tersebut, pihak BNPP akan melakukan kajian menyeluruh tentang potensi yanga da di Rupat Utara serta pulau Rupat secara keseluruhan. Pihak BNPP sendiri masih melakukan evaluasi terhadap infrastruktur yang sudah dibangun yaitu PLBN dan pelabuhan roro serta pembangunan sector infrastruktur lain terutama jalan poros antara desa.
“Kajian yang dilakukan BNPP terhadap potensi Rupat bukan hanya sebatas fasilitas yang sudah dibangun, tapi belum termanfaatkan, tetapi juga terhadap potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki pulau Rupat. Untuk itu kita berharap BNPP mau menjalin kerjasama dalam pengembangan Pulau Rupat, karena kita mengharapkan adanya sharing program dan sharing budgeting dengan pemerintah pusat,”sambung Amin lagi.
Pada kunjungan ke Pulau Rupat tersebut, rombongan BNPP terdiri dari staf ahli BNPP, Ir Sugita MM, kepala deputy fasilitas dan pengelolaan perbatasan, Rusli Badu MSi dan empat rombongan dari BNPP Pusat. Sementara dari BPP Bengkalis selain kepala BPP ada Kepala Bidang Pengelolaan dan Tata Ruang perbatasan, Azman dan Kepala Bidang Potensi Perbatasan, Heri Cahyadi. Rombongan juga didampingi camat Rupat Utara, Azman serta perangkat Kecamatan.