[dropcap style="white-dropcap blue" rounded="dropcap-rounded"]P[/dropcap]ekan Lingkungan Indonesia (PLI) ke 18 Tahun 2014 secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Kesra yang diwakili oleh Deputi I Bidang koordinasi sosial dan kerawanan sosial, bertempat di Hall Jakarta convention center Senayan Jakarta, Jumat (30/5).
[caption id="attachment_1166" align="aligncenter" width="800"]
Asisten Deputi Menteri Lingkungan Hidup RI bidang Pengendalian kerusakan ekosistem perairan dan Darat bersama Pejabat BLH Riau, mendengarkan penjelasan Sekretaris BLH Bengkalis, Agusrizal saat mengunjungi Stand Pameran Kabupaten Bengkalis bersempena Pekan Lingkungan Indonesia ke 18 Tahun 2014, Minggu (1/6) lalu.[/caption]
Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis, H Arman, AA dihubungi usai pembukaan melalui telfon genggamnya mengatakan, bahwa PLI ini sangat penting artinya bagi Kabupaten Bengkalis dalam rangka mempromosikan berbagai keunggulan pembangunan lingkungan hidup.
“Betul baru di buka tadi oleh Bapak Menkokesra RI. Dan isu yang mengemuka adalah masalah pelestarian lingkungan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai pihak atau stakeholder”, Jelasnya.
Walaupun ini pameran perdana dengan stand sendiri, ternyata materi yang kita tampilkan tidak kalah dari 100 kabupaten lain yang ikut dalam pameran ini.
“Materi yang kita sajikan mampu ‘mencuri’ perhatian pengunjung yang datang ke stand Bengkalis yang berhadapan langsung dengan stand Pertamina. Seperti pelestarian dan konservasi tanaman nipah yang ada sepanjang pesisir pantai Kabupaten Bengkalis”, jelasnya.
Pengunjung, kata mantan Kadishub ini, ingin tahu bagaimana keseriusan Pemkab Bengkalis mampu mengolah tanaman nipah ini menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan.
“Pengunjung ingin tahu potensi nipah bengkalis sehingga mampu diolah menjadi bahan bakan nabati rendah emisi. Kebanyakan ingin tahu penjelasan tentang bioethanol nipah kadar 100%P, 70%, biopertamax nipah 95%, pertamax plus 5% ethanol, biopremium E20 nipah 80$ bensin plus 20% ethanol.” Jelasnya.
Pada bagian lain, untuk mengantisipasi anomali cuaca ekstrim yang diprediksi akan terjadi sampai dengan bulan September tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah melakukan upaya-upaya komprehensif yang dituangkan dalam program dan kegiatan terpadu.
“Mengantisiasi anomali cuaca ekstrim telah dilakukan upaya sosialisasi di tengah masyarakat akan pentingnya menimbulkan kesadaran untuk tidak membakar lahan yang sebagian besar gambut rawan akan kebakaran. Pemerintah Kab Bengkalis juga telah menyiapkan SDM masyarakat peduli api dengan memberikan pelatihan bekerjasama dengan kemerntrian LH”, jelasnya.
Ditambahan, melalui pameran inilah kita promosikan potensi alam kab Bengkalis yang di dalamnya berisi cagar biosfer giam Siak kecil Bukitbatu yang merupakan salah satu kebanggaan dunia.
“Pemerintah Kabupaten Bengkalis secara terpadu serius menjaga dan melestarikan cagar biosfir yang menjadi kebanggaan dan menjadi paru-paru dunia”, jelasnya.
Selain kaban Lingkungan hidup, tim pameran Kabupaten Bengkalis juga diikuti oleh Asisten Tata Praja mewakili Bupati Bengkalis, Drs H Amir Faisal, MSi, Kaban litbang, Dr Sofyan Hadi, MT, dan ka Bappeda, Jondi Bustian.