Senin, 02 Juni 2014 | WIB | Dibaca : 844 Kali

Pekan Lingkungan Indonesia Kementerian LH Puji Stand Bengkalis

[dropcap style="white-dropcap blue" rounded="nonestyle"]K[/dropcap]ementerian LIngkungan Hidup RI memuji Stand Kabupaten Bengkalis yang ikut dalam Pameran Lingkungan Hidup bersempena Pekan Lingkungan Indonesia Jakarta yang dilaksanakan 29 Mei-1 Juni 2014 bertempat di JCC Jakarta.

[caption id="attachment_1166" align="aligncenter" width="800"]Asisten Deputi Menteri Lingkungan Hidup RI bidang Pengendalian kerusakan ekosistem perairan dan Darat bersama Pejabat BLH Riau, mendengarkan penjelasan Sekretaris BLH Bengkalis, Agusrizal saat mengunjungi Stand Pameran Kabupaten Bengkalis bersempena Pekan Lingkungan Indonesia ke 18 Tahun 2014, Minggu (1/6) lalu. Asisten Deputi Menteri Lingkungan Hidup RI bidang Pengendalian kerusakan ekosistem perairan dan Darat bersama Pejabat BLH Riau, mendengarkan penjelasan Sekretaris BLH Bengkalis, Agusrizal saat mengunjungi Stand Pameran Kabupaten Bengkalis bersempena Pekan Lingkungan Indonesia ke 18 Tahun 2014, Minggu (1/6) lalu.[/caption]

“Sebagai sebuah kabupaten, keberadaan stand Bengkalis di PLI ini saya pandang mampu tampil dalam corak yang khas. Materinya benar-benar tentang lingkungan hidup sebagaimana adanya”, ujar Asisten Deputi Menteri Lingkungan Hidup RI bidang Pengendalian Kerusakan Ekosistem Perairan Darat, Ir Hermono Sigit, MSi saat mengunjungi Stand pameran Bengkalis, Minggu (1/6).

Dikatakan, sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan beberapa Negara, Kabupaten Bengkalis memiliki letak yang sangat strategis, khususnya dalam pembangunan lingkungan hidup di Indonesia.

“Dengan letak yang strategis ini, Pembangunan Kabupaten Bengkalis di bidang lingkungan hidup sudah sangat tepat perencanaan, arah dan tujuan yang ingin di capai yaitu terwujudnya lingkungan yang sehat dan bersih. Sehingga citra Indonesia di dunia internasional semakin baik”, jelasnya.

Melalui pameran ini, jelas Hermono Sigit, pihaknya memperoleh informasi yang komprehensif tentang kondisi Kabupaten Bengkalis yang sebagian besar berlahan gambut.

“Yang sangat saya appresiasi adalah, teman-teman yang menyajikan materi sangat menguasai dan mampu menjelaskan dengan baik Status Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis melalui maket pengelolaan Nipah, pengolahan energy alternative Bioethanol, konservasi tanaman mangrove, serta pengelolaan dan pengendalian Karhutla kepada Saya”, jelasnya.

Pada bagian lain, Asisten yang telah pernah berkunjung ke Bengkalis ini menjelaskan, sebagai wilayah perairan yang memiliki potensi ikan terubuk, Kabupaten Bengkalis telah melakukan pelestarian ikan terubuk dengan aturan yang jelas.

“Kabupaten Bengkalis memiliki potensi yang luar biasa dalam menjaga dan melestarikan ekosistem ikan terubuk. Hari ini kita sulit mendapatkan telur ikan terubuk. Maka upaya Pemkab Bengkalis dengan menerbitkan Peraturan tentang perlindungan dan pelestarian ikan terubuk ini patut mendapat penghargaan”, tambahnya.

Dengan didampingi Pejabat BLH Riau, Tengku Ikhsan dan Sekretaris BLH Bengkalis, Agusrizal, Asisten Deputi yang pernah meninjau secara langsung dampak karhutla di Desa Tanjung Leban Bukitbatu bersama Menteri LH ini minta agar BLH Bengkalis lebih mengantisipasi anomali cuaca ekstrim yang akan terjadi.

“Ramalan BMKG bahwa bulan Mei sampai September adalah anomaly cuaca ekstrim patut diwaspadai. Teman-teman BLH kiranya dapat melakukan persiapan dan antisipasi dini khususnya untuk titik-titik lahan gambut yang rawan akan kebakaran”, harapnya.

Pekan Lingkungan Indonesia ke 18 Tahun 2014 yang dibuka tanggal 30 Mei 2014 lalu oleh Menteri Koordinator Kesra RI, Minggu (1/6) telah ditutup secara resmi.