Sempena peringatan Hari Kesetiakawanan Nasional dan sekaligus Hari Pahlawan ini, Pemkab Bengkalis melalu Dinas Sosial menggelar kegiatan Napak Tilas perjalanan perjuangan pahlawan di Bengkalis. Kegiatan yang diikuti ratusan peserta tersebut dilapas oleh Wakil Bupati, H Suayatno, Senin (23/12).
[caption id="attachment_130" align="alignleft" width="300"]
Wabup Bengkalis, H Suayatno melepas ratusan peserta Napak Tilas dalam rangka Hari Kesetiakawanan Nasional[/caption]
Dalam sambutannya Wabup berharap, hendaknya kegiatan napak tilas ini akan menumbuhkan semangat juang dan patriotisme serta terbangun kesetiakawanan sosial dalam diri peserta yang kelak dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini bukan semata-semata sebagai kegiatan wisata alam dan seremonial tahunan, namun lebih dari itu sebagai upaya untuk mengobarkan semangat juang bagi masyarakat dan khususnya generasi muda. Melalui napak tilas ini, para peserta akan merasakan jerih payah para pejuang yang penuh dedikasi mengusir penjajah dari negeri yang kita cintai,” ujar Wabup.
Atas nama pemerintah Kabupaten Bengkalis, pihaknya kata Wabup memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas semangat yang ditunjukan oleh para peserta yang mengikuti kegiatan napak tilas perjalanan perjuangan pahlawan di Kabupaten Bengkalis.
Ditambahkan, sejatinya semua anak bangsa khususnya di Bengkalis saat ini menyimak kembali perjalanan sejarah perlawanan para pejuang di desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis. Kala itu sebut Wabup, para pejuang tidak pernah mengenal panas, hujan maupun dinginnya cuaca di malam hari, namun dengan semangat juang dan dibarengi kesetiakawana, mereka rela mengorbankan harta dan nyawa demi untuk mempersembahkan sebuah kemenangan untuk dinikmati anak cucunya pada hari ini.
“Sejarah mencatat bahwa dalam pertempuran Pedekik itu, banyak pejuang kita yang gugur,” sebut Wabup lagi.
Dengan terselenggaranya even napak tilas ini diharapkan warga tidak melupakan perjalanan sejarah bangsanya, khususnya perlawananan rakyat desa Pedekik terhadap penjajah belanja. “Disamping itu, mari kita menjalin kerjasama, budaya gotong royong dan kesetiakawananan sosial,” ajaknya.
Ditambahkan Wabup lagi, terkait Kesetiakawanan Sosial, disadari dewasa ini mulai terasa memudar. Rasa kebersamaan, budaya gotong royong dan persatuan dalam keberagaman kian lemah. Hal ini terjadi disebabkan oleh pengaruh globalisasi, sehingga dikhawatirkan akan melahirkan konflik dan pertentang antar sesama.
“Sebagai generasi muda yang tangguh, saya mengajak adik-adik peserta napak tilas untuk menjadi motor penggerak dalam membentengi pengaruh-pengaruh negatif. Generasi muda harus berpikir panjang, bijak dalam menentukan sikap, maju untuk menjadi penggerak dan pencetak peradaban daerah dan bangsa secara keseluruhan. Kebangkitan suatu peradaban dimanapun dan kapanpun, tidak terlepas dari peran generasi muda,” ujar Wabup memberi semangat.
Seperti disampaikan panitia, total peserta yang mengikuti kegiatan Napak Tilas berjumlah 42 regu, masing-masing regu berjumlah 10 orang. Peserta akan melintasi rute sejauh 44,7 KM selama dua hari mulai dari Bengkalis hingga menyusuri beberapa desa di Kecamatan Bantan dan kembali finish di Bengkalis.