[dropcap style="white-dropcap blue" rounded="nonestyle"]G[/dropcap]odaan para kepala desa di Kabupaten Bengkalis sekarang ini sangat besar, menyusul banyaknya dana yang dikucurkan ke desa hingga mencapai Rp3 miliar. Dana tersebut dialokasikan dalam berbagai bentuk program mulai dari Alokasi Dana Desa (ADD), Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) hingga Inbup-PPIP.
[caption id="attachment_1323" align="aligncenter" width="800"]
Wakil Bupati Bengkalis H. Suayatno ingatkan para kepala desa agar tidak tergoda dana Rp3 Miliar. Dana tersebut dialokasikan dalam berbagai bentuk program mulai dari Alokasi Dana Desa (ADD), Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) hingga Inbup-PPIP[/caption]
“Bayangkan Rp3 miliar, ini jumlah uang yang tidak sedikit. Kalau tidak dikelola dengan benar, maka bisa menimbulkan implikasi hukum bagi kepala desa,” ujar Wakil Bupati Bengkalis, H Suayatno saat mengadakan safari Ramadhan di Musholla Nurul Hidayah, Senggoro Jumat malam (4/7).
Dikatakan, banyak orang yang mampu bertahan dari cobaan ketika diuji dengan kesusahan. Namun, ketika diuji dengan kesenangan, banyak harta, tidak sedikit yang gagal. Ketika seseorang memiliki uang banyak, maka secara otomatis gaya hidupnya berubah. Ketika gaya hidupnya berubah maka seleranya pun berubah. Begitu seterusnya, yang kalau tidak diiringi dengan keimanan yang kuat, suatu saat akan tergelincir.
“Diuji kemampuan secara finansial sangat berat sekali. Kalau iman tidak kuat, kita bisa hancur. Untuk itulah, silahkan punya uang banyak tapi jangan lupa untuk selalu meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Salah satunya adalah dengan berpuasa, karena berpuasa sebagaimana dalam firman Allah SWT surat Albaqarah ayat 183, tujuannya adalah untuk mendidik kita menjadi pribadi-pribadi yang bertakwa,” kata Suayatno.
Bulan Ramadhan sambung Suayatno ibarat imunisasi, yaitu menjaga orang-orang yang beriman untuk meningkatkan kekebalan dalam menjalani kehidupan. Pribadi-pribadi yang bertakwa, yang menjalankan ibadah puasa dengan baik, dampaknya tidak hanya pada saat bulan Ramadhan saja, melainkan terefleksi dalam kehidupan sehari-hari, kapan dan di manapun.
“Takwa ini merupakan tingkatan keimanan yang paling tinggi. Kalau dibuat penggolongan, kelas umat Islam ini ada tingkatannya, yang paling bawah itu adalah Almuslimun, kemudian Almukminun, tingkatan ketiga Almukhsinun, selanjutnya Almukhlisun dan yang paling tinggi Almuttaqin yaitu orang yang bertakwa. Mudah-mudahan kita semua bisa mendapatkan predikat sebagai orang-orang yang bertakwa,” ujar Suayatno.