Kamis, 26 Desember 2013 | WIB | Dibaca : 1718 Kali

Kabel Bawah Laut Dioperasikan Kini Rupat Terang 24 Jam

Masyarakat Pulau Rupat kini sudah bisa menikmati layanan listrik PLN 24 jam, menyusul telah beroperasinya jaringan kabel bawah laut. Peresmian beroperasinya jaring kabel bawah laut dilakukan Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh, Selasa (24/12).

[caption id="attachment_139" align="alignleft" width="300"]Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh didampingi perwakilan PLN, Yusuf Hadianto, Sekda, H Burhanuddin, Kadistamben, Erwin serta Camat Rupat Yusrizal menekan tombol tanda dioperasionalkannya kabal bawah laut Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh didampingi perwakilan PLN, Yusuf Hadianto, Sekda, H Burhanuddin, Kadistamben, Erwin serta Camat Rupat Yusrizal menekan tombol tanda dioperasionalkannya kabal bawah laut[/caption]

Acara peresmian dipusatkan di lapangan sepakbola Desa Terkul, Kecamatan Rupat ditandai dengan penekanan tombol sirine bersama oleh Bupati bersama Asisten Manajer Transaksi Energi Listrik PT PLN Cabang Dumai, Yusuf Hadiyanto M.Si.

''Saya menyambut baik pengoperasian kabel bawah laut karena memiliki nilai strategis guna mendukung program pemerintah, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan energi di pulau Rupat. Sudah sepantasnya masyarakat Pulau Rupat bersyukur, karena setelah puluhan tahun tidak bisa menikmati listrik secara maksimal, namun kini sudah menikmati listrik selama 24 jam,'' ujar Bupati.

Bahkan yang lebih membanggakan lagi, rumah-rumah masyarakat di Kecamatan Rupat utara sejak dua pekan ini sudah terang benderang selama 24 jam.

''Manfaat lain yang diperoleh, yakni dengan beroperasinya jaringan kabel listrik bawah laut ini, dapat menghemat bahan bakar minyak solar sebesar 207.127 liter per bulan untuk kebutuhan 21 unit mesin pembangkit yang ada di pulau Rupat. Berarti selama ini dalam satu tahun, untuk memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Rupat pihak PLN harus mengeluarkan bahan bakar minyak solar 2,48 juta liter per tahun. Dengan beroperasinya kabel bawah laut, bisa menghemat biaya operasional genset mencapai puluhan miliar,'' ujarnya.

Di samping itu, pengoperasian listrik dengan kabel bawah laut, menjadi momentum awal terhentinya penggunaan gardu Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang selama ini dikeluhkan bersuara bising dan mengganggu kenyamanan para wisatawan.

Bupati berharap, adanya fasilitas listrik yang semakin lebih baik itu, diharapkan dapat memotivasi masuknya investasi di pulau Rupat, seperti sektor pariwisata dan perkebunan, selain itu diharapkan masyarakat dapat menggunakannya dengan baik guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan.

''Adanya penerangan di rumah pada malam hari, secara perlahan masyarakat dapat mengoptimalkan waktu malam hari, seperti anak dapat mengaji dan belajar serta anggota keluarga lainnya dapat melanjutkan pekerjaan yang belum selesai pada siang hari. disamping itu, warga bisa mendapat informasi dari siaran-siaran televisi pada malam hari,'' ujar Bupati.

Diakui Bupati, kebutuhan energi listrik cenderung bertambah seiring dengan meningkatnya populasi manusia. Jika tidak diimbangi dengan pembangunan pembangkit listrik yang baru maka jumlah pembangkit listrik yang ada saat ini akan menjadi kurang pada masa yang akan datang. dalam jangka panjang, kebutuhan listrik di pulau Rupat semakin besar, apalagi sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2010-2015, pulau rupat sebagai kawasan pariwisata dan agrobisnis.