Sabtu, 09 Agustus 2014 | WIB | Dibaca : 722 Kali

Wabup Pimpin Upacara HUT Riau ke-57

[dropcap style="white-dropcap blue" rounded="nonestyle"]W[/dropcap]akil Bupati Bengkalis H. Suayatno pimpin upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Riau ke 57 yang jatuh pada 9 Agustus 2014. Upacara dipusatkan di halaman Kantor Bupati Bengkalis, Sabtu (9/8/2014).

[caption id="attachment_1494" align="aligncenter" width="1024"]Wakil Bupati Bengkalis H. Suayatno membacakan pidato Gubernur Riau saat upacara HUT provinsi Riau ke-57 di Bengkalis Wakil Bupati Bengkalis H. Suayatno membacakan pidato Gubernur Riau saat upacara HUT provinsi Riau ke-57 di Bengkalis[/caption]

Dalam upacara yang bertema "Bersempena dengan HUT Provinsi Riau ke-57, Kita Jadikan Momentum untuk Mewujudkan Provinsi Riau yang Maju, Sejahtera dan Berdaya Saing Tinggi" dihadiri Asisten, Staf Ahli, seluruh Kepala SKPD, Forkompinda serta pegawai di lingkup pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Upacara yang mengenakan baju Melayu ini, Sebelum dimulai upacara, Wabup Suayatno mengucapkan bela sungkawa sambil memanjatkan do'a bersama atas meninggalnya Camat Siak Kecil Zulkifli SH.MM yang meninggal dunia tadi malam akibat kecelakaan.

Wakil Bupati Bengkalis H. Suayatno dalam sambutan Gubernur Riau H. Annas Maamun menyampaikan tentang beberapa poin, diantaranya mengajak segenap anak negeri, bahu membahu, bersatu padu dengan tidak membedakan asal usul, besar dan kecil. Namun bersama-sama membangun negeri ini, dengan mendayagunakan segala potensi dan sumber daya yang ada dalam ketamadunan Melayu menuju tercapainya cita-cita luhur masyarakat Riau yang sejahtera lahir dan batin.

Kemiskinan, kebodohan, kurangnya infrastruktur, masih menyelimuti lingkaran pembangunan. Angka kemiskinan penduduk Riau masih tergolong besar, meskipun di bawah rata-rata nasional. Angka ini membesar sesuai dengan data Februari 2014 yakni 9,55 persen dari total penduduk. Selain itu, lebih dari 50 persen dari angkatan kerja Riau hanya tamat sekolah dasar (SD).

“Keadaan ini diperparah dengan kerusakan infrastruktur. sampai sekarang, sekitar 2.227 Km jalan di daerah dalam kondisi rusak. Hanya 29,9 persen jalan nasional yang berada di Riau dalam kondisi baik. Jalan nasional yang mengalami kerusakan mencapai 803,39 Km, terdiri atas 711 Km rusak ringan dan 90,76 Km kondisinya rusak berat. Sedangkan, jalan provinsi yang mengalami kerusakan mencapai sekitar 1.424 Km, terdiri atas 713 Km rusak ringan dan 712,63 Km rusak berat,” ujarnya.

Dibalik berbagai potensi dan peluang yang dimiliki Provinsi Riau, masih dihadapkan dengan berbagai persoalan yang harus diselesaikan bersama-sama antara lain, kemiskinan masih menjadi problem yang belum dapat diatasi secara tuntas. Masalah kekurangan infrastruktur, telekomunikasi, listrik, air bersih, masih terus digesa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Masih banyak kekayaan alam yang belum dieksploitasi karena ketidakmampuan dalam pengelolaan sumber daya alam, baik berkaitan teknologi, sumber daya manusia, ataupun karena keterbatasan keuangan daerah,” katanya lagi.

Selanjutnya, berbagai kebijakan dalam hubungan pemerintah pusat dan daerah harus diperbaiki. Ketidakadilan bagi hasil minyak antara lain diperlihatkan dengan terhalangnya pemerintah daerah penghasil minyak mengetahui produksi kekayaan alam itu. Belum lagi berkaitan dengan bagi hasil sawit yang tidak mengalir ke daerah penghasil perkebunan tersebut. Persoalan RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) Provinsi Riau yang sempat menghantui pembangunan Riau, telah dapat diatasi dengan ditandatanganinya RTRW tersebut oleh Menteri Kehutanan beberapa hari lalu, setelah didesak berbagai komponen masyarakat, legislatif, dan eksekutif Riau.

“Berkaitan dengan Hari Jadi ke-57 ini, Saya juga mengajak, Kita semua untuk merenungi dan mempertanyakan apa yang telah diberikan kepada Provinsi Riau tercinta. Pertanyaan ini tidak perlu dijawab tapi disikapi dengan memberikan aksi nyata demi kemajuan ke depan,” tutupnya.