[dropcap style="white-dropcap blue" rounded="nonestyle"]D[/dropcap]alam rangka persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-39 Tingkat Kabupaten Bengkalis yang akan diadakan di desa Selatbaru Kecamatan Bantan 15 s/d 22 September mendatang, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Bengkalis menggelar orientasi pemantapan dewan hakim dan majelis hakim di Wisma Kito, 13 s/d 14 September 2014.
[caption id="attachment_1688" align="aligncenter" width="1024"]
Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis H. Burhanuddin saat membuka orientasi dan pemantapan majelis hakim MTQ ke-39 tingkat Kabupaten Bengkalis di Gedung Daerah, Sabtu 13 September 2014[/caption]
Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) H. Burhanuddin, dalam sambutannya mengatakan, orientasi yang digelar oleh LPTQ merupakan upaya peningkatan kualitas para hakim yang akan memberikan penilaian kepada peserta musabaqah. Sehingga, para hakim yang memberikan penilaian nantinya dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.
"Atas nama Pemerintah Daerah kami menyambut baik upaya peningkatan kualitas majelis hakim ini, mengingat majelis hakim merupakan orang-orang yang menentukan siapa yang terbaik dan terpilih pada musabaqah. Untuk itu hakim harus objektif dalam penilaian sehingga yang terpilih benar-benar mereka yang terbaik" ujar Sekda dihadapan 72 majelis hakim saat membuka orientasi di gedung daerah, Sabtu (13/9/2014) malam.
Sementara itu, Ketua Harian LPTQ, H. Arianto disela-sela acara mengatakan, orientasi yang digelar merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan menjelang pelaksanaan iven keagamaan MTQ. Hal tersebut bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan disamping sebagai upaya untuk menyamakan persepsi sistem penilaian yang dilakukan oleh majelis dan dewan hakim.
“Orientasi ini akan melahirkan rekomendasi yang akan kita sepakati bersama dalam MTQ yang akan dilaksanakan. Sehingga baik penilaian, penyeleksian dan lain sebagainya tidak terjadi perbedaan. Selain itu untuk menginformasikan jika ada kebijakan-kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pusat,” ungkapnya.
Dalam laporannya, H. Nur Nawawi Naim selaku panitia pelaksana menyebutkan, 72 peserta orientasi terdiri dari 50 orang asal kecamatan Bengkalis, 4 peserta asal Kecamatan Bantan, 1 peserta asal Siak Kecil, 9 peserta dari Mandau, 2 peserta dari Pinggir, 2 peserta dari Dumai, dan 4 peserta dari Pekanbaru. Sebagai pemateri menghadirkan narasumber dari Pekanbaru dan Bengkalis.