Teks foto:
BANDAR LAKSAMANA, PROKOPIM – Ketua TP PKK Kabupaten Bengkalis Hj. Siti Aisyah secara resmi membuka stand Bazar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-50 tingkat Kabupaten Bengkalis Tahun 2025, Sabtu (13/12/2025), di Arena MTQ Kantor Camat Bandar Laksamana.
Pembukaan bazar tersebut ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bengkalis Hj. Siti Aisyah yang bersama Wakil Bupati Bagus Santoso didampingi Asisten III Setdaprov Riau M Job Kurniawan, Wakil Ketua II DPRD Bengkalis Hendrik Firnanda Pangaribuan, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra, Danposal POS Bengkalis, Lettu Laut Irwan (PM) Nirwan Hastya, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bengkalis Ny. Ira Vandriyani.

Sebanyak sebelas stand bazar berjajar di arena MTQ, menampilkan berbagai aneka kuliner khas daerah serta hasil kerajinan tangan unggulan dari masing-masing kecamatan. Pada setiap stand bazar, tampak para camat, Ketua TP-PKK, serta sekretaris camat yang siap menyambut kunjungan rombongan.
Ketua TP PKK Kabupaten Bengkalis bersama rombongan terlihat antusias meninjau satu per satu stand bazar, melihat secara langsung aneka ragam produk UMKM, mulai dari olahan makanan hingga hasil kerajinan tangan masyarakat. Bahkan, Buk Hj. Siti Aisyah sapaan akrab juga menyempatkan diri berdialog dengan para pelaku UMKM, mencicipi kuliner, berfoto bersama, serta menerima cenderamata dari masing-masing stand.

Dalam perbincangannya, Hj. Siti Aisyah menyampaikan bahwa bazar MTQ ini tidak hanya berfungsi untuk memeriahkan pelaksanaan MTQ ke-50, tetapi juga menjadi wadah strategis dalam mempromosikan produk unggulan UMKM Kabupaten Bengkalis kepada para peserta MTQ maupun masyarakat luas.
“Melalui bazar ini, kita ingin memperkenalkan produk-produk lokal yang dihasilkan oleh pelaku UMKM Bengkalis. Ini menjadi momentum penting untuk mendorong UMKM agar terus berkembang dan mampu bersaing,” ujar Siti Aisyah.

Lebih lanjut, Ketua TP PKK berharap hasil-hasil olahan dan kerajinan masyarakat Negeri Junjungan dapat terus diproduksi secara berkelanjutan, ditingkatkan kualitasnya, serta dipromosikan lebih luas sebagai produk unggulan daerah.
“Mudah-mudahan bazar ini menjadi sarana bagi para pelaku UMKM dan pengrajin untuk memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan pendapatan, serta menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat Kabupaten Bengkalis ke depannya,” tuturnya.
Dengan adanya kegiatan bazar yang terintegrasi dalam pelaksanaan MTQ ini, Pemerintah Kabupaten Bengkalis berharap sinergi antara kegiatan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat terus terjaga, demi mewujudkan Bengkalis yang religius, mandiri, dan sejahtera.




.jpeg)



