Teks foto:
JAKARTA, PROKOPIM - Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan Ikatan Pemuda Mahasiswa Kabupaten Bengkalis (IPEMALIS) Jakarta Periode 2024–2025, Minggu (18/1/2026) di Mess Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis Jakarta
Dalam kegiatan FGD tersebut juga hadir Akademisi Universitas Muhammadiyah Jakarta Jaharuddin serta Praktisi Profesional Dwi Dosowarso, Nuzul Ilham Fadhli sebagai moderator yang diikuti tokoh masyarakat, akademisi, mahasiswa, serta keluarga besar IPEMALIS Jakarta.
FGD yang mengangkat tema “Mengakselerasi SDM Unggul Bengkalis, Sejauh Mana Sinergi Ilmu, Kebijakan dan Dunia Profesional Benar-Benar Bekerja”.

Forum ini menjadi ruang strategis yang mempertemukan pemuda, akademisi, pemerintah, dan profesional untuk membangun kesadaran bersama akan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul bagi Kabupaten Bengkalis.
Melalui forum ini, IPEMALIS Jakarta menegaskan perannya sebagai simpul penghubung antara pemuda, ilmu pengetahuan, kebijakan publik, dan dunia profesional.
Ketua Umum IPEMALIS Jakarta Periode 2024–2025, Muhammad Kasyful Asror, menyampaikan bahwa kami telah menyelenggarakan 247 kegiatan di bidang pendidikan, sosial, keagamaan, kepemudaan, olahraga, serta seni dan budaya.
“Seluruh program unggulan berhasil direalisasikan secara tuntas, diantaranya pembuatan legalitas organisasi dalam bentuk badan hukum Perkumpulan serta pembukaan rekening resmi atas nama IPEMALIS Jakarta sebagai landasan legitimasi, akuntabilitas, dan transparansi tata kelola organisasi, penyelenggaraan IPEMALIS Learning Centre secara luring dan daring, pendirian Sanggar Tuah Seri Melayu, serta pelaksanaan Halal Bihalal Akbar Mahasiswa Bengkalis se-Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Bengkalis, H. Bagus Santoso mengapresiasi atas capaian IPEMALIS Jakarta sebagai mitra strategis dalam pembinaan pemuda dan mahasiswa Bengkalis di perantauan. Ia mendorong para kader dan alumni untuk terus berkontribusi dan berkarya demi kemajuan daerah asal.
H. Bagus Santoso jugaa menekankan pentingnya sikap proaktif dan keberanian dalam menangkap peluang yang ada.
Selain itu Ia juga mendorong para pemuda dan mahasiswa untuk tidak membatasi diri dengan keraguan, melainkan berani mengeksekusi setiap kesempatan sebagai langkah nyata menuju kemajuan.
"Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi oleh keberanian bertindak dan konsistensi dalam berproses," ujar Bagus.
Sementara itu, Jaharuddin selaku Narasumber menekankan pentingnya growth mindset dan resiliensi dalam menghadapi keterbatasan.
Ia menggarisbawahi bahwa keterbatasan seharusnya menjadi bahan bakar untuk bertumbuh, bukan alasan untuk berhenti. Dalam konteks kebijakan, ia menyoroti peran Wakaf Produktif atau Dana Abadi sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas SDM melalui akses pendidikan dan pengembangan potensi, seperti beasiswa berkelanjutan.
Menurutnya lagi sinergi antara ilmu pengetahuan, kebijakan publik, dan dunia kerja merupakan satu kesatuan ruang gerak yang tidak terpisahkan.
Sekretaris Jenderal IPEMALIS Jakarta, Khoir Ilmuan, menambahkan bahwa penguatan kelembagaan menjadi fokus utama kepengurusan. Hal ini diwujudkan melalui penerapan sistem pembukuan capaian dan monitoring terintegrasi, pengembangan website resmi organisasi (ipemalisjakarta.org), penyusunan IPEMALIS Story, serta pengadaan dan perawatan berbagai aset organisasi sebagai fondasi keberlanjutan kaderisasi.
Selanjutnya Dewan Pengawas IPEMALIS Jakarta, Ismadi Hasan, menegaskan bahwa di bawah visi kepengurusan saat ini, IPEMALIS Jakarta tidak hanya bertahan, tetapi berkembang dengan pendekatan reflektif, berintegritas, dan berdampak, dengan tetap menjaga keseimbangan antara tradisi akademik yang kokoh dan inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman.
FGD ini juga dirangkaikan dengan Peresmian Sanggar Tuah Seri Melayu serta Launching Website Resmi IPEMALIS Jakarta, yang ditandai dengan penandatanganan kenang-kenangan dan penabuhan kompang secara simbolis oleh Wakil Bupati Bengkalis.
Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah sebagai upaya mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemuda, akademisi, dan seluruh tamu yang hadir.