Selasa, 28 April 2026 | 14:48:48 WIB | Dibaca : 28 Kali

Bupati Bengkalis Dorong Sinergi Multipihak Wujudkan Green Riau Berkelanjutan

Editor : Nurhadi - Reporter : Istimewa - Fotografer : Istimewa
Bupati Bengkalis Dorong Sinergi Multipihak Wujudkan Green Riau Berkelanjutan Teks foto: Foto Bersama Pada FGD Green Riau Berkelanjutan.

DURI, PROKOPIM – Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan melalui Dialog Multipihak dan Diskusi Kelompok Terarah (FGD) Green Riau yang digelar pada Selasa, 28 April 2026, di Hotel Amadeo Duri, Kecamatan Mandau.

Kegiatan strategis ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan lintas daerah dan sektor. Turut hadir Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Riau Abdul Madian, Perwakilan Walikota Dumai yang diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan, Informasi, Teknologi, Ekonomi dan Keuangan Handayani, serta perwakilan Bupati Rokan Hilir melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Cicik Mawardi.

Dalam sambutannya, Bupati Bengkalis Kasmarni melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis H. Toharudin menegaskan bahwa inisiatif Green Riau merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi multipihak guna menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Green Riau bukan sekadar tema, melainkan arah masa depan. Ini adalah panggilan zaman agar pembangunan hari ini tidak mengorbankan kehidupan generasi mendatang,” tegasnya.

Menurutnya, forum ini menjadi ruang penting untuk melahirkan rekomendasi konkret dalam memperkuat arah kebijakan pembangunan hijau, khususnya di Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir, dan Kota Dumai, serta Provinsi Riau secara umum.

H.Toharudin juga menyoroti posisi strategis Kabupaten Bengkalis sebagai daerah pesisir yang memiliki kekayaan sumber daya alam, mulai dari kawasan hutan, ekosistem mangrove, hingga lahan pertanian dan perkebunan yang menjadi penopang ekonomi masyarakat. Potensi tersebut dinilai sebagai modal besar dalam mewujudkan pembangunan yang selaras antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Lebih lanjut, ia memaparkan berbagai langkah konkret yang telah dilakukan, seperti penguatan konservasi mangrove, gerakan penghijauan kawasan pesisir, pengembangan pertanian ramah lingkungan, hingga pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Green Riau di Bengkalis bukan hanya konsep, tetapi sudah berjalan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, Bupati Bengkalis mengingatkan bahwa upaya tersebut harus terus diperkuat melalui transformasi menuju ekonomi hijau, di mana pertumbuhan ekonomi tidak merusak lingkungan, melainkan bertumpu pada keberlanjutan.

H. Toharudin juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, dunia usaha, masyarakat adat, dan organisasi non-pemerintah, untuk menjadikan gerakan hijau sebagai budaya hidup, bukan sekadar program sesaat.

“Kita memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga lingkungan demi masa depan anak cucu. Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi warisan bagi generasi mendatang,” tutupnya.

Melalui FGD Green Riau ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antar daerah dan pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Riau.