Teks foto: Wabup Bengkalis H. Bagus Santoso bersama jajaran dan masyarakat saat mengikuti panen raya jagung di Lahan Ketahanan Pangan Desa Sukamaju, Kecamatan Bantan.
BANTAN, PROKOPIM – Bupati Bengkalis diwakili Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso menghadiri kegiatan panen jagung bersama dalam rangka mendukung program swasembada pangan tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Lahan Ketahanan Pangan, Jalan Sandang Pangan RT 01/RW 08, Desa Sukamaju, Kecamatan Bantan, Selasa 12 Mei 2026.
Saat panen tersebut Wakil Bupati H. Bagus Santoso, didampingi Waka Polres Bengkalis Kompol Noak Pembina Aritonang, Ketua TP-PKK Kabupaten Bengkalis Hj. Siti Aisyah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Susi Hartati, Perangkat Desa Sukamaju, Kapolsek Bantan IPTU Muhammad Iskandar serta jajaran Bhabinkamtibmas dan tokoh masyarakat setempat.

Panen bersama dilakukan di atas lahan seluas kurang lebih 2 hektare yang merupakan bagian dari program ketahanan pangan Polsek Bantan dan dikelola oleh BUMDes Bathin Restu Bersama bersama Pemerintah Desa Sukamaju.
Tanaman yang dibudidayakan di lahan ini adalah jagung pipil jenis unggul merek Paragon, selain itu sebagian lahan juga dimanfaatkan untuk penanaman ubi kayu sebagai upaya diversifikasi pertanian.
.jpeg)
Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Bagus Santoso mengapresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada BUMDes Bathin Restu Bersama, Pemerintah Desa, serta seluruh masyarakat Desa Sukamaju atas inisiatif dan kerja kerasnya mengembangkan sektor pertanian.
“Kegiatan panen raya perdana ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bukti nyata semangat warga Desa Sukamaju dalam mendukung program swasembada pangan nasional serta mewujudkan cita-cita Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kemandirian pangan bangsa," ujar Bagus.
.jpeg)
Langkah yang diambil BUMDes ini merupakan gerakan positif yang patut didukung dan dikembangkan lebih lanjut. Kehadiran tanaman jagung seluas satu hektare dan pemanfaatan lahan lainnya untuk ubi kayu menunjukkan semangat diversifikasi pertanian yang sangat baik untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan masyarakat, pungkasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk memanfaatkan potensi lahan pertanian yang dimiliki secara maksimal, produktif dan berkelanjutan.
.jpeg)
“Saat ini pengembangan sektor pertanian masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses pupuk subsidi, ketidakpastian harga hasil panen, kendala irigasi hingga keterbatasan infrastruktur di kawasan perdesaan," jelas Bagus.
Oleh karena itu, lanjut Bagus, Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan terus berupaya membangun sinergi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi serta seluruh pemangku kepentingan agar berbagai kebutuhan tersebut dapat menjadi perhatian bersama demi kemajuan sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
.jpeg)
Mari seluruh warga untuk terus menjaga semangat gotong royong, memperkuat kelembagaan ekonomi desa serta mendorong inovasi guna meningkatkan kualitas dan nilai tambah hasil pertanian agar mampu bersaing dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik, ajak Bagus.
Kepada generasi muda agar tidak malu dan ragu untuk terjun ke dunia pertanian. Menurutnya, sektor pertanian saat ini bukan lagi pekerjaan yang bersifat tradisional semata, melainkan telah berkembang menjadi bidang usaha strategis yang menjanjikan jika dikelola secara modern, terorganisir dan profesional, pesan Bagus.


