Teks foto:
BENGKALIS, PROKOPIM – Wakil Bupati Bengkalis, Dr. H. Bagus Santoso, secara resmi membuka kegiatan International Seminar on Arabic Language and Religion (ISAR’26) yang diselenggarakan oleh IAIN Datuk Laksemana Bengkalis melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Arab.
Seminar internasional tahun ini mengusung tema “Arabic Language in Islamic Studies and Knowledge Transformation in the Era of Artificial Intelligence (AI)”, yang dinilai sangat relevan dengan dinamika perkembangan teknologi serta tantangan dunia pendidikan masa kini.
Kegiatan ini menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari dalam maupun luar negeri. Ajang tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi akademik, pengembangan studi Islam, serta pembelajaran bahasa Arab di tengah pesatnya kemajuan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
.jpeg)
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak kampus yang terus konsisten menghadirkan forum akademik berskala internasional di Kabupaten Bengkalis. Menurutnya, ISAR’26 bukan sekadar ruang diskusi ilmiah, melainkan sarana penting untuk memperluas jejaring pendidikan dan memajukan keilmuan Islam di era modern.
Beliau menegaskan bahwa kemajuan teknologi AI termasuk kehadiran aplikasi seperti ChatGPT telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, penelitian, penerjemahan bahasa, hingga kajian keislaman. Oleh sebab itu, dunia akademik dituntut untuk beradaptasi dan memanfaatkan teknologi secara bijak guna memajukan ilmu pengetahuan, tanpa mengesampingkan nilai moral dan spiritualitas.
“Bahasa Arab bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga bahasa ilmu pengetahuan dan peradaban Islam yang harus terus dijaga dan diperkuat keberadaannya di tengah perkembangan zaman,” tegas Wabup Bagus Santoso.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis berharap, melalui ISAR’26 ini, lahir berbagai inovasi, pemikiran konstruktif, dan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di era teknologi. Seminar ini juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam menjaga eksistensi bahasa Arab sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan peradaban Islam di tengah arus kemajuan zaman yang kian pesat.
Sementara itu, Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dr. H. Abu Anwar, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa bahasa Arab menyimpan kekayaan khazanah Islam yang luar biasa, mulai dari kitab-kitab klasik, pemikiran ulama, sejarah peradaban, hingga nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman umat Islam hingga saat ini.
Ia menilai, perkembangan teknologi saat ini membuka peluang besar bagi dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa Arab. Kini, proses belajar mengajar tidak lagi terbatas di ruang kelas, melainkan dapat diakses melalui berbagai platform digital, aplikasi pembelajaran, hingga pendamping belajar berbasis kecerdasan buatan yang semakin canggih.
.jpeg)
Meski demikian, beliau mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tetap berjalan beriringan dengan nilai budaya, adab, dan pemahaman agama. “AI hanyalah alat bantu, sedangkan manusia tetap menjadi pusat utama yang bertugas menjaga makna, nilai, dan ruh dari keilmuan itu sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Abu Anwar juga menyoroti rendahnya minat sebagian generasi muda terhadap bahasa Arab jika dibandingkan dengan bahasa asing lainnya. Padahal, bahasa Arab memegang peran vital dalam memahami Al-Qur’an, Hadis, serta literatur Islam yang sangat luas.
Masih banyak kitab kuno dan manuskrip berharga yang belum dikaji secara mendalam, dan teknologi kini membuka peluang besar untuk mengungkap kembali khazanah tersebut melalui digitalisasi, penerjemahan, dan pengembangan akses literatur.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga pendidikan, pemerintah, akademisi, maupun negara serumpun, agar pembelajaran bahasa Arab semakin diminati, mudah dipahami, dan terus berkembang bagi generasi mendatang.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Bahasa Arab Fakultas Pengajian Islam, Universiti Kebangsaan Malaysia, Dr. Ibtisam Abdullah, turut menyampaikan pandangannya mengenai tantangan pendidikan di era teknologi. Menurutnya, kemajuan teknologi dan AI telah mengubah pola kehidupan masyarakat, termasuk tatanan pendidikan tinggi.
Perguruan tinggi, kata dia, tidak lagi hanya bertugas melahirkan lulusan yang cerdas secara teori, tetapi wajib mempersiapkan generasi yang siap menjawab kebutuhan dunia kerja. Salah satu tantangan terbesar saat ini adalah ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan lapangan pekerjaan, yang berdampak pada tingginya angka pengangguran terdidik.

Melalui penyelenggaraan seminar internasional, kolaborasi akademik, dan kerja sama antar institusi seperti ISAR’26, diharapkan dapat lahir gagasan baru dan langkah nyata untuk memperbaiki kurikulum, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mencetak lulusan yang memiliki kemampuan akademik, keterampilan, dan daya saing global.
Kerja sama antara IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Universiti Kebangsaan Malaysia pun diharapkan terus berkembang dalam bentuk penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran akademik, serta beragam program pendidikan lainnya. Tujuannya adalah melahirkan generasi muda yang unggul, baik dalam penguasaan teori maupun pengalaman lapangan.