Teks foto:
BENGKALIS, PROKOPIM – Staf Ahli Bupati Bengkalis Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Johansyah Syafri, memimpin rapat pemantapan persiapan keberangkatan Kafilah Kabupaten Bengkalis menuju Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi.
Rapat tersebut digelar di Ruang Rapat Hangtuah Kantor Bupati Bengkalis, Rabu 17 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, Johansyah menegaskan pentingnya kesiapan seluruh panitia guna mendukung kelancaran keikutsertaan daerah, mulai dari pembinaan peserta, penyediaan transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga persiapan pelaksanaan Pawai Ta’aruf.
Untuk pemusatan latihan atau Training Center bagi peserta MTQ akan dilaksanakan pada 21 s.d 24 Juni 2026 di Hotel Marina Bengkalis. Sebanyak 70 orang peserta kafilah dipastikan akan mengikuti ajang tahunan ini, didampingi oleh para ofisial dan panitia pendamping.

Untuk mendukung kelancaran keberangkatan para Kafilah yang akan berangakat pada 25 Juni 2026 mendatang Pemkab Bengkalis telah mempersiapkan dua unit bus utama serta sejumlah kendaraan penunjang lainnya, selain itu juga dipersiapkan tenaga medis dan Patwal selama dalam perjalanan.
Dari aspek transportasi, urusan konsumsi dan kesehatan peserta juga menjadi perhatian utama. Johan menegaskan kepada panitia untuk memastikan seluruh kebutuhan selama perjalanan terpenuhi dengan baik, agar para peserta dapat mengikuti perlombaan dalam kondisi fisik dan mental yang prima.
“Kita wajib memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh kafilah. Jangan sampai ada kekurangan yang mengurangi kenyamanan peserta atau justru mencoreng nama baik Kabupaten Bengkalis,” tegas Johan.
Dalam rapat tersebut juga membahas kesiapan Pawai Ta’aruf, yang menjadi sarana untuk menampilkan identitas budaya khas Melayu Bengkalis. Sekitar 938 orang yang terdiri dari kelompok diantaranya, kelimpok pembawa tepak sirih dan sirih junjung, pembawa bendera merah putih, bendera lambang daerah, dan bendera LPTQ, Marching Band Andam Dewi.
Kemudian pembawa spanduk tema MTQ, pembawa bunga telur, kompang atraksi, cendera mata, pembawa kaligrafi juz amma, kafilah, pembawa hiasan mushab dan surah al-alaq, pembawa bunga manggar pejabat eselon II, III, IV, pejabat fungsional, camat, pembawa panji laksamana raja dilaut dan musik tradisional.
Johan juga mengingatkan agar seluruh peserta pawai untuk senantiasa menjaga kerapian dan kekompakan selama mengikuti pawai. Menurutnya, penampilan yang tertib akan menjadi nilai tambah bagi daerah dalam memperkenalkan jati diri Kabupaten Bengkalis di hadapan segenap peserta dan warga Provinsi Riau.

Sementara itu, untuk pawai sungai, Kabupaten Bengkalis mengangkat tema kejayaan maritim Melayu melalui replika sarana air yang menggambarkan kebesaran Laksamana Raja di Laut. Kegiatan ini akan melibatkan sekitar 23 hingga 25 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pendukung lainnya.
Johan menekankan khusus pada faktor keamanan pawai sungai. Ia meminta panitia memastikan bahwa perahu yang digunakan tidak hanya indah secara tampilan dan kental akan nilai budaya, tetapi juga memenuhi standar keselamatan bagi seluruh penumpang.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan hanya memikirkan keindahan semata, tetapi pastikan seluruh perahu layak pakai, aman, dan nyaman digunakan,” pesannya.
Menyikapi arahan tersebut, panitia bidang pawai menjelaskan bahwa tiga unit perahu yang akan digunakan saat ini sedang dalam tahap persiapan dan perbaikan. Berbagai penyesuaian dilakukan untuk meningkatkan keamanan tanpa mengurangi nilai keindahan dan konsep budaya yang diusung. Pemeriksaan kelayakan, daya tampung, perlengkapan keselamatan, serta kesiapan petugas pendamping akan dilakukan sebelum hari pelaksanaan.
Mengakhiri rapat, Johan berharap seluruh unsur terus memperkuat koordinasi dan segera menyelesaikan berbagai hal yang masih memerlukan tindak lanjut. Ia optimistis, dengan persiapan yang matang dan kerja sama yang baik, Kabupaten Bengkalis dapat mengikuti MTQ ke-44 dengan lancar serta meraih prestasi yang membanggakan.
“Melalui persiapan yang maksimal, kita berharap Bengkalis tidak hanya berprestasi dalam bidang tilawah dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga mampu menampilkan keindahan budaya Melayu yang menjadi kebanggaan Negeri Junjungan,” pungkasnya