Teks foto: Wabup Dr H Bagus Santoso saat menyampaikan arahannya pada Wisuda Program Magister Angkatan I dan Program Sarjana Angkatan II/XIII IAIN Datuk Laksamana Bengkalis Tahun 2026.
BENGKALIS, PROKOPIM — Sebanyak 553 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksamana Bengkalis resmi menyandang gelar akademik. Wakil Bupati Bengkalis Dr. H. Bagus Santoso mengingatkan para lulusan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal untuk melangkah lebih jauh, berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Jangan Takut menghadapi tantangan dan perubahan, dunia saat ini bergerak begitu cepat. Perkembangan digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), perubahan ekonomi hingga dinamika sosial menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru yang harus dihadapi generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan Bagus Santoso saat menghadiri Wisuda Program Magister Angkatan I dan Program Sarjana Angkatan II/XIII IAIN Datuk Laksamana Bengkalis Tahun 2026, Sabtu (8/8/2026).
Sebelumnya Wabup juga memberikan ucapan selamat dan tahniah kepada para wisudawan.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami mengucapkan selamat dan tahniah kepada 553 wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan dan resmi menyandang gelar akademik,” ujar Bagus.
Menurutnya, gelar akademik harus diiringi dengan integritas, kompetensi, kepedulian serta keberanian untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

“Jangan jadikan ilmu hanya untuk meningkatkan derajat pribadi, tetapi jadikan ilmu sebagai jalan untuk meningkatkan derajat masyarakat dan kemajuan negeri,” pesannya.
Karena itu, ia meminta para lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh ijazah dan gelar akademik.

“Ijazah saja tidak cukup. Ilmu harus terus diperbarui, keterampilan harus terus diasah, karakter harus diperkuat, dan kemampuan beradaptasi harus ditingkatkan,” tegasnya.
Bagus kemudian menitipkan empat pesan sederhana kepada para lulusan.
“Terus belajar. Terus bergerak. Terus berinovasi. Dan teruslah memberikan manfaat,” katanya.

Ia juga berharap IAIN Datuk Laksamana Bengkalis terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat riset, memperluas jejaring kerja sama serta melahirkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan dan tantangan zaman.
Di hadapan para wisudawan, Bagus juga mengingatkan agar keberhasilan memperoleh gelar akademik tidak berhenti pada orientasi mendapatkan pekerjaan.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus mampu melihat persoalan di sekelilingnya dan menghadirkan solusi melalui ilmu serta kompetensi yang dimiliki.

“Jangan hanya bercita-cita menjadi pencari kerja. Jadilah pencipta lapangan kerja. Jangan hanya menjadi pengikut perubahan. Jadilah penggerak perubahan. Jangan hanya menunggu kesempatan. Ciptakan kesempatan,” tegasnya.
Ia menilai generasi hebat tidak lahir dari kenyamanan, tetapi ditempa melalui proses, perjuangan dan keberanian menghadapi berbagai tantangan.
“Jangan takut menghadapi tantangan. Jadikan tantangan sebagai ruang untuk tumbuh, belajar dan membuktikan kemampuan,” tambahnya.

Di tengah kebahagiaan wisuda, Bagus juga mengingatkan para lulusan untuk tidak melupakan orang tua yang menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan mereka.
“Di balik toga ada doa, pengorbanan, kerja keras, air mata dan kesabaran orang tua. Jangan pernah lupakan jasa mereka. Jadikan keberhasilan hari ini sebagai hadiah terbaik bagi kedua orang tua,” pesannya.
Menurut Bagus, Kabupaten Bengkalis membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, santun, berwawasan luas dan memiliki semangat pengabdian.

Ia berharap para lulusan IAIN Datuk Laksamana dapat mengambil peran dalam pembangunan daerah, baik melalui profesi, dunia usaha, pemerintahan maupun pengabdian langsung di tengah masyarakat.
Menutup sambutannya, Bagus kembali mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati serta para orang tua yang telah mendampingi perjuangan mereka.
“Hari ini bukan titik akhir. Jadikan ini sebagai titik awal untuk melangkah lebih jauh, berkarya lebih besar dan mengabdi lebih luas,” ujarnya.
Bagus kemudian menitipkan pesan yang diharapkan menjadi prinsip para lulusan dalam menjalani kehidupan setelah meninggalkan kampus.
“Ilmu tanpa pengabdian akan kehilangan makna. Gelar tanpa integritas akan kehilangan kehormatan. Dan keberhasilan tanpa kontribusi tidak akan meninggalkan warisan,” pungkasnya.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Prof. Dr. Phil. Sahiron, Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Hendra Jeje, Pasiintel Dim 0303/Bengkalis Kapten Inf. Agus Dani, Kapolres Bengkalis yang diwakili Kabagren AKP Said Mohd Ali Hanafiah, Rektor IAIN Datuk Laksamana Bengkalis H. Abu Anwar.
Hadir juga, Wakil Rektor I IAIN Datuk Laksamana Bengkalis Dr. Supardi Ritonga; Wakil Rektor II Dr. Chanifudin, Wakil Rektor III Dr. Haris Riadi, Ketua Senat IAIN Datuk Laksamana Bengkalis H. Imam Hakim, Ketua MUI Bengkalis Buya Amrizal, Kepala Bappeda Bengkalis Rinto, Kepala Dispersip Bengkalis Hendrik Dwi Yatmoko, Sekretaris Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis Dahen Tawakal.
Hadir pula Camat Bengkalis Rafli Kurniawan, para dosen IAIN Datuk Laksamana Bengkalis, mahasiswa dan mahasiswi peserta Sidang Senat Terbuka, para orang tua/wali wisudawan serta tamu undangan lainnya.