Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:46:57 WIB | Dibaca : 57 Kali

FGD KPJU Unggulan Riau 2026 Dibuka, Bupati Bengkalis Tegaskan Pengembangan UMKM Harus Berbasis Data dan Berdampak Nyata

Editor : Indra - Reporter : Halimatussa’diah - Fotografer : Sumanto
FGD KPJU Unggulan Riau 2026 Dibuka, Bupati Bengkalis Tegaskan Pengembangan UMKM Harus Berbasis Data dan Berdampak Nyata Teks foto: Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Johansyah Syafri, saat membuka FGD Penelitian KPJU Unggulan Provinsi Riau Tahun 2026.

BENGKALIS, PROKOPIM — Pemerintah Kabupaten Bengkalis menegaskan bahwa pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah harus dilakukan secara terarah, berbasis data yang valid, serta mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Johansyah Syafri, saat secara resmi membuka Focus Group Discussion (FGD) Penelitian Komoditas, Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan Provinsi Riau Tahun 2026, di Ruang Rapat Hangtuah Lantai II Kantor Bupati Bengkalis, Kamis (27/8/2026).

FGD ini dihadiri Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis Asnurial, Direktur Center for Survey and Academic Development Ade Ria Nirmala, Kepala Dinas Perikanan Tarmizi, serta seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Johan menyampaikan bahwa FGD ini bukan sekadar forum diskusi biasa, melainkan bagian penting dalam merumuskan arah pengembangan ekonomi daerah yang lebih terukur, berbasis data dan konsensus, serta berpihak pada kekuatan ekonomi masyarakat.

“UMKM bukan hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga lapangan pekerjaan, pendapatan keluarga, kemandirian masyarakat, pemerataan ekonomi, dan ketahanan ekonomi daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, pemerintah tidak boleh lagi hanya sekadar menghitung jumlah UMKM yang ada, melainkan harus mengetahui secara pasti UMKM mana yang memiliki potensi unggulan, komoditas apa yang dapat dikembangkan, bagaimana kondisi rantai pasoknya, akses pembiayaan, pasar, hingga bentuk intervensi yang diperlukan agar pelaku usaha dapat naik kelas.

Karena itu, hasil penelitian KPJU diharapkan mampu memetakan secara jelas potensi usaha daerah mulai dari sentra produksi, pelaku usaha, kapasitas produksi, kendala yang dihadapi, prospek pasar, hingga bentuk penanganan yang tepat sasaran.

“Jangan sampai program pemberdayaan UMKM berjalan berdasarkan asumsi. Kita harus bergerak berdasarkan data dan kebutuhan nyata di lapangan. Salah satu kelemahan kita selama ini adalah belum memiliki data yang benar-benar valid dan menggambarkan kondisi riil di masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, setiap persoalan yang dihadapi UMKM harus dijawab dengan solusi yang tepat sasaran. Jika kendalanya pembiayaan, maka perlu dihadirkan akses pembiayaan. Jika kualitas produk, diperlukan pendampingan dan peningkatan kapasitas. Sementara persoalan kemasan, pemasaran, teknologi, dan akses pasar harus dijawab melalui inovasi, penguatan merek, digitalisasi, perluasan jejaring pemasaran, serta penerapan teknologi yang sesuai kebutuhan.

Johan juga berharap hasil penelitian tersebut tidak berhenti sekadar menjadi dokumen di rak, melainkan menjadi rujukan nyata dalam penyusunan program, pengambilan kebijakan, penguatan pembiayaan, pembinaan UMKM, serta pengembangan ekonomi daerah secara menyeluruh.

“Ke depan kita ingin UMKM Bengkalis tidak hanya mampu bertahan, tetapi naik kelas. Dari pasar lokal menuju pasar regional, dari produk biasa menjadi produk berdaya saing, serta dari usaha keluarga menjadi usaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain,” harapnya.

Ia menegaskan, inovasi, digitalisasi, peningkatan kualitas, dan perluasan akses pasar menjadi kunci utama dalam memperkuat daya saing UMKM. Pemerintah juga tidak dapat bekerja sendiri, sehingga diperlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, perbankan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas untuk membangun ekosistem UMKM yang kuat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Center for Survey and Academic Development Ade Ria Nirmala, S.E., M.M., menyampaikan materi terkait pemetaan dan pengembangan Komoditas, Produk/Jenis Usaha (KPJU) unggulan. Kajian ini diharapkan menjadi dasar yang kuat dalam merumuskan strategi penguatan UMKM serta pengembangan ekonomi daerah yang lebih tepat sasaran, khususnya di Kabupaten Bengkalis.