Teks foto: Sekda Bengkalis dr Ersan Saputra saat mengikuti Rakor Lintas Sektor Tingkat Daerah 38 Provinsi dalam rangka Percepatan Capaian Imunisasi Tahun 2026.
BENGKALIS, PROKOPIM – Pemerintah Kabupaten Bengkalis memperkuat komitmen percepatan capaian imunisasi melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis, dr. Ersan Saputra TH, saat mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektor Tingkat Daerah 38 Provinsi dalam rangka Percepatan Capaian Imunisasi Tahun 2026, Senin (31/8/2026).
Rapat yang digelar secara daring tersebut menjadi momentum untuk menyatukan langkah pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan cakupan imunisasi rutin, khususnya bagi bayi dan anak bawah dua tahun (Baduta).
Imunisasi merupakan salah satu intervensi strategis pemerintah dalam mencegah kesakitan, kecacatan, hingga kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Karena itu, pelaksanaan imunisasi secara rutin, lengkap, dan tepat waktu menjadi bagian penting dalam memastikan tumbuh kembang anak sekaligus membangun generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.

Namun, berdasarkan capaian hingga Triwulan II Tahun 2026, sejumlah indikator imunisasi masih berada di bawah target. Capaian Imunisasi Bayi Lengkap (IBL) tercatat 30,8 persen, sedangkan Imunisasi Baduta Lengkap mencapai 28,9 persen. Angka tersebut masih di bawah target sebesar 40,2 persen, berdasarkan data per 15 Juli 2026.
Menyikapi kondisi tersebut, Ersan menegaskan bahwa percepatan capaian imunisasi tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan. Diperlukan komitmen, kolaborasi, dan aksi nyata seluruh sektor agar tidak ada anak yang terlewat memperoleh imunisasi.
“Imunisasi merupakan investasi penting untuk melindungi generasi masa depan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bengkalis berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor, meningkatkan edukasi kepada masyarakat, serta memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi secara lengkap dan tepat waktu,” ujar Ersan.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama sektor pendidikan, organisasi kemasyarakatan, media, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus mengambil peran sesuai kewenangannya. Edukasi yang masif dan pelayanan yang mudah dijangkau menjadi bagian penting untuk meningkatkan kesadaran sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.
“Kita harus bergerak bersama dan melakukan langkah-langkah nyata. Jangan sampai ada anak yang terlewat mendapatkan imunisasi. Dengan kolaborasi yang kuat, cakupan imunisasi dapat kita tingkatkan secara tinggi, merata, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui rakor tersebut, pemerintah mendorong penguatan koordinasi, advokasi, mobilisasi sumber daya, serta peningkatan kualitas pelayanan imunisasi di daerah. Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat pencapaian target imunisasi sekaligus memperkuat perlindungan kesehatan anak secara berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Hadi Prasetyo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Hermanto, serta Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bengkalis Adi Sutrisno.