Rabu, 23 September 2026 | 8:00:04 WIB | Dibaca : 42 Kali

Haul Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Ke-887, Pemkab Bengkalis Kaitkan Keteladanan Ulama Dengan Kepedulian Lingkungan

Editor : Indra - Reporter : Beby Candra - Fotografer : Beby Candra
Haul Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Ke-887, Pemkab Bengkalis Kaitkan Keteladanan Ulama Dengan Kepedulian Lingkungan Teks foto: Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Bengkalis, H. Hambali saat menyampaikan arahannya pada peringatan Haul Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Ke-887.

BENGKALIS, PROKOPIM — Peringatan Haul Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Ke-887 di Desa Pematang Duku Timur, Kabupaten Bengkalis, menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai keteladanan ulama dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, serta upaya bersama mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pesan tersebut disampaikan Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni melalui Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Bengkalis, H. Hambali, saat menghadiri peringatan haul, Selasa (22/9/2026) malam, bertempat di Halaman Mushalla Jamiyyah Thoriqotul Iman.

Acara tersebut menghadirkan Tuan Guru Kiai Haji Khoirul Khudhori, Mudir Wustho Jatman Provinsi Riau, yang menyampaikan tausiyah pada peringatan tersebut.

Dalam sambutannya, Hambali menyampaikan bahwa haul bukan sekadar mengenang sosok dan perjuangan Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, melainkan kesempatan nyata untuk meneladani nilai ilmu, ibadah, akhlak, keikhlasan, dan kepedulian sosial yang beliau wariskan.

“Ilmu harus melahirkan amal. Iman harus melahirkan kepedulian. Keberadaan kita di tengah masyarakat harus memberikan manfaat,” ujar Hambali.

Berdasarkan nilai kepedulian tersebut, ia mengajak masyarakat turut menjaga lingkungan, terutama tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Hambali mengingatkan, karhutla bukan sekadar soal api dan asap. Dampaknya meluas: kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, terganggunya aktivitas ekonomi, hingga proses pendidikan anak-anak.

“Kita tidak ingin asap menutup masa depan mereka. Jangan wariskan asap kepada anak cucu kita. Wariskanlah lingkungan yang sehat dan masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Hambali menegaskan, kepedulian terhadap lingkungan juga merupakan bagian dari semangat Pemerintah Kabupaten Bengkalis mewujudkan visi Bermarwah, Maju, dan Sejahtera (BERMASA). Lingkungan yang terjaga menjadi fondasi kehidupan masyarakat yang sehat, pendidikan yang lancar, ekonomi yang tumbuh, serta kesejahteraan yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman hidup, termasuk menjaga alam sebagai amanah yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

“Semoga Kabupaten Bengkalis senantiasa dijauhkan dari bencana karhutla, diberikan keberkahan, serta masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkas Hambali.

Peringatan haul tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Suwarto, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis Hendrik Dwi Yatmoko, Camat Bengkalis diwakili Kasi Pelum Muhammad Fadhli, unsur Forkopimcam Bengkalis, Kepala Desa Pematang Duku Timur Mas’ud, Kiai H. Abdul Rozaq dari TQN Bengkalis, Kiai Asmawi Khalifah dari TQN Bantan, Kiai Ahmad Siddik (Khalifah Bengkalis), serta Wakil Ketua III Baznas Kabupaten Bengkalis Umayyah.