Sabtu, 26 September 2026 | 22:05:37 WIB | Dibaca : 31 Kali

Haul Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Ke-887, Pemkab Bengkalis Dorong Keteladanan Ulama Jadi Energi Moral Pembangunan

Editor : Nurhadi - Reporter : Muhammad Iqbal - Fotografer : Muhammad Iqbal
Haul Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Ke-887, Pemkab Bengkalis Dorong Keteladanan Ulama Jadi Energi Moral Pembangunan Teks foto: Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Johansyah Syafri saat menyampaikan arahannya pada Haul Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Ke-887 Tahun 1448 H/2026 M dan Haul Para Mursyid, di Masjid Al-Falah, Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis.

BENGKALIS, PROKOPIM – Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengajak masyarakat menjadikan momentum Haul Syekh Sulthan Auliya’ Abdul Qodir Al-Jailani Ke-887 sebagai ruang memperkuat nilai keagamaan, persatuan dan keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni melalui Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Johansyah Syafri, saat menghadiri sekaligus membacakan sambutan Bupati pada Haul Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Ke-887 Tahun 1448 H/2026 M dan Haul Para Mursyid, di Masjid Al-Falah, Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis, Sabtu (26/9/2026) malam.

Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan Haul KH. Abdul Mukti bin H. Hasan ke-49, Haul KH. Muhammad Darwis bin H. Abbas ke-24, serta Haul KH. Muhammad Sahil bin KH. Abdul Mukti ke-13.

Dalam sambutannya, Bupati Kasmarni menegaskan, haul tidak boleh berhenti sebagai seremoni mengenang wafatnya para ulama. Lebih dari itu, haul harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali ilmu, akhlak, perjuangan dan nilai kebaikan yang telah diwariskan.

“Seorang ulama boleh wafat secara jasad, tetapi ilmu, amal, nasihat dan keteladanannya tidak boleh ikut mati. Maka, tugas kita sebagai generasi setelah mereka adalah menghidupkan kembali nilai-nilai yang telah mereka wariskan,” ujar Johansyah saat membacakan sambutan Bupati.

Menurutnya, memperingati haul pada hakikatnya bukan semata-mata melihat masa lalu, tetapi juga menyiapkan masa depan. Keteladanan para ulama harus diterjemahkan menjadi sikap dan perilaku yang mampu menjawab tantangan kehidupan masyarakat hari ini.

Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, lanjut Bupati, merupakan salah satu ulama besar yang keteladanan dan ajarannya terus dikenang serta dipelajari umat Islam di berbagai belahan dunia.

Demikian pula dengan KH. Abdul Mukti bin H. Hasan, KH. Muhammad Darwis bin H. Abbas dan KH. Muhammad Sahil bin KH. Abdul Mukti. Warisan mereka tidak sebatas nama yang tercatat dalam sejarah, tetapi mencakup ilmu, akhlak, perjuangan, keteguhan dalam berdakwah serta pengabdian kepada umat.

Karena itu, Bupati berharap jamaah yang mengikuti majelis haul tidak hanya pulang membawa rasa haru, tetapi juga membawa semangat perubahan untuk memperbaiki diri, keluarga dan lingkungan sosial.

“Ukuran keberkahan sebuah majelis bukan hanya ramai ketika dilaksanakan, tetapi seberapa jauh nilai-nilai kebaikannya hidup setelah jamaah meninggalkan tempat ini,” tegasnya.

Bupati Kasmarni menegaskan, pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi dengan ulama, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh elemen masyarakat.

Dalam konteks tersebut, nilai-nilai keagamaan memiliki posisi penting sebagai fondasi moral pembangunan. Masyarakat yang memiliki kekuatan spiritual, kepedulian sosial dan semangat persatuan akan menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Daerah yang kuat bukan hanya karena anggarannya besar, tetapi karena masyarakatnya bersatu. Daerah yang maju bukan hanya karena infrastrukturnya bagus, tetapi karena manusianya berilmu, berakhlak dan memiliki kepedulian,” pesannya.

Untuk itu, momentum haul juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk mengajak masyarakat memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Bupati juga mengajak masyarakat menjadikan keteladanan para ulama sebagai energi moral dalam pembangunan daerah. Hal itu dapat diwujudkan dengan menghidupkan masjid, memakmurkan majelis ilmu, menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an, mendekatkan generasi muda dengan ulama serta memperkuat keluarga sebagai tempat pertama tumbuhnya iman, ilmu dan akhlak.

“Sebagai wujud penghormatan terbaik kita kepada para ulama, tentunya bukan hanya mengingat namanya saja, tetapi meneruskan nilai perjuangannya. Bukan hanya membaca kisah hidupnya, tetapi menjadikan hidup kita lebih baik karena mengambil pelajaran darinya. Bukan hanya mendoakannya, tetapi juga meneruskan amal kebaikannya,” lanjut Bupati.

Di penghujung sambutannya, Bupati Kasmarni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia serta seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan haul dapat terlaksana dengan baik.

Ia berharap majelis tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang para ulama dan mursyid, tetapi juga menjadi titik penguatan moral masyarakat dalam membangun keluarga, lingkungan dan daerah yang religius, harmonis dan berkarakter.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Almukarram Kiai H. Musthofa dari Kabupaten Rokan Hulu selaku penceramah, Mursyid Thoriqoh Kiai Fuad Wibowo, Camat Bengkalis Rafli Kurniawan, Pj. Kepala Desa Pedekik Syaiful Anwar, Kholifah Thoriqoh Qodariah Naqsabandiah, para mursyid dan badal Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsabandiyah serta Thoriqoh Kholidiyah Wan Naqsabandiyah, dan jamaah Masjid Al-Falah Desa Pedekik.