Teks foto: Foto bersama pada Pengukuhan dan Pelantikan Puan LAMR Kabupaten Bengkalis Masa Khidmat 2026–2031 di Balai Kerapatan Adat Wisma Daerah Bengkalis.
BENGKALIS, PROKOPIM — Puan LAMR Kabupaten Bengkalis didorong tidak sekadar menjadi wadah organisasi perempuan Melayu, tetapi tampil sebagai kekuatan yang mampu menggerakkan pemberdayaan perempuan, memperkokoh ketahanan keluarga, serta menjaga dan mewariskan adat dan budaya Melayu di tengah derasnya perubahan zaman.
Harapan tersebut disampaikan Bupati Bengkalis Datuk Seri Setia Amanah Hj. Kasmarni saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Puan LAMR Kabupaten Bengkalis Masa Khidmat 2026–2031, di Balai Kerapatan Adat Wisma Daerah Bengkalis, Selasa (29/9/2026).

Prosesi pengukuhan dan pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum DPH LAMR, Datuk Seri Syaukani Alkarim. Pengukuhan ditandai dengan penyerahan pataka serta pemasangan tudung manto dan selempang khas Melayu oleh Ketua Puan LAMR Provinsi Riau, Puan Hj. Dinawati, bersama Datuk Seri Setia Amanah Hj. Kasmarni.
Dalam sambutannya, Hj. Kasmarni menyampaikan ucapan selamat dan tahniah kepada seluruh Puan LAMR Kabupaten Bengkalis yang telah menerima amanah untuk masa khidmat 2026–2031.

Menurutnya, amanah tersebut bukan sekadar kedudukan dalam sebuah organisasi, melainkan ruang pengabdian yang harus diisi dengan kerja nyata dan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap amanah dan kepercayaan yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh keikhlasan dan penuh tanggung jawab. Karena, amanah ini bukan sekadar kedudukan dalam sebuah organisasi, tetapi merupakan ladang pengabdian untuk memperkuat peran Puan, membangun ketahanan keluarga, melestarikan adat dan budaya Melayu, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan daerah,” ujar Hj. Kasmarni.

Bupati perempuan pertama di Riau itu menegaskan, kepengurusan Puan LAMR Kabupaten Bengkalis harus mampu memperkuat kebersamaan dan silaturahmi, sekaligus melahirkan program-program yang produktif, inspiratif dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Karena itu, Hj. Kasmarni mengingatkan agar Puan Melayu memiliki keteguhan dalam memegang adat dan agama, namun tetap terbuka terhadap kemajuan dan tangguh menghadapi perubahan.

“Jadilah Puan Melayu yang teguh memegang adat, kuat berpegang pada agama, terbuka terhadap kemajuan, dan tangguh menghadapi perubahan zaman,” pesannya.
Hj. Kasmarni meyakini, keberadaan Puan LAMR memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai Melayu. Menurutnya, karakter generasi dibentuk melalui proses pendidikan, keteladanan dan pembiasaan yang kuat di lingkungan keluarga.
Di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi dan perubahan sosial, peran tersebut menjadi semakin penting agar generasi Melayu tetap kokoh berpijak pada nilai agama, adat dan budaya, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Dari rahim, pendidikan, keteladanan dan tangan seorang Puanlah, karakter generasi Melayu dapat dibentuk dan diwariskan,” tegasnya.

Untuk memperkuat peran tersebut, Hj. Kasmarni mengajak Puan LAMR dan Lembaga Adat Melayu Riau terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
Menurutnya, kekuatan budaya tidak cukup hanya dijaga dalam simbol dan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui gerakan nyata yang mampu memberdayakan perempuan, memperkuat keluarga, membina generasi muda dan menghadirkan kemanfaatan sosial.

“Mari kita satukan langkah, menyamakan persepsi, dan memperkuat peran masing-masing dalam menjaga marwah Melayu, melestarikan adat dan budaya, memperkokoh ketahanan keluarga, memberdayakan Puan, serta membina generasi muda,” pungkasnya.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0303/Bengkalis yang diwakili Pasiintel Kodim 0303/Bengkalis Kapten Inf Agus Dani, Kapolsek Bengkalis Polres Bengkalis Iptu Hendro Wahyudi, Wakil Ketua Pengadilan Agama Bengkalis Mumu Mu'min Muktasidin, Staf Ahli Bupati Bengkalis Bidang Kemasyarakatan dan SDM Johansyah Syafri, Staf Ahli Bupati Bengkalis Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Syahruddin, Sekretaris Umum DPH LAMR Abdul Vatah, para Kepala Perangkat Daerah, serta tamu undangan lainnya.