Teks foto: Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni saat menyerahkan bantuan chest freezer kepada penerima manfaat.
BENGKALIS, PROKOPIM – Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui dukungan sarana usaha. Kali ini, lima Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Poklahsar) menerima bantuan chest freezer yang diserahkan langsung Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, di Wisma Daerah Kabupaten Bengkalis, Kamis (8/10/2026).
Bantuan tersebut bukan sekadar fasilitas penyimpanan, tetapi menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong hasil perikanan masyarakat agar lebih tahan simpan, terjaga kualitasnya, sekaligus memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi sebelum diolah dan dipasarkan.

Lima kelompok penerima manfaat itu masing-masing Poklahsar Harapan Bunda Desa Pambang Pesisir, Poklahsar Bestari Desa Prapat Tunggal, Poklahsar Kurnia Desa Teluk Pambang, Poklahsar Nurbarokah Desa Pambang Pesisir, dan Poklahsar Yakin Bersama Desa Prapat Tunggal.
Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni menegaskan, pemerintah daerah ingin memastikan potensi perikanan yang dimiliki masyarakat tidak berhenti pada aktivitas menangkap atau menghasilkan ikan semata, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang memberikan nilai tambah.

“Bantuan ini merupakan salah satu bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis kepada kelompok pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Kami berharap fasilitas yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan usaha kelompok,” ujar Kasmarni.
Menurutnya, sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
Karena itu, kata Kasmarni, intervensi pemerintah tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga harus menyentuh aspek penanganan pascapanen, pengolahan, penyimpanan, hingga pemasaran.

“Jangan sampai hasil perikanan yang melimpah justru kehilangan nilai karena tidak ditangani dengan baik. Kita ingin hasil produksi masyarakat dapat dipertahankan kualitasnya, diolah dengan baik, memiliki nilai tambah dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan masyarakat,” tegasnya.
Kasmarni juga mengingatkan kelompok penerima agar menjaga dan memanfaatkan bantuan secara bertanggung jawab. Fasilitas yang diberikan pemerintah, lanjutnya, harus benar-benar menjadi instrumen untuk memperkuat produktivitas dan keberlanjutan usaha.

“Rawat dan manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Jadikan fasilitas ini sebagai pendukung untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil usaha, sehingga memberikan manfaat bagi anggota kelompok dan masyarakat,” pesannya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perikanan akan terus mendorong pengembangan usaha masyarakat di sektor kelautan dan perikanan melalui program pemberdayaan, peningkatan kapasitas, serta penyediaan sarana pendukung sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan.

Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong Poklahsar tidak hanya bertahan sebagai kelompok usaha, tetapi berkembang menjadi pelaku ekonomi yang produktif, mandiri dan mampu menciptakan nilai tambah dari potensi perikanan lokal.
Dengan demikian, bantuan chest freezer ini menjadi bagian dari rantai kebijakan yang lebih besar: menjaga kualitas hasil, memperkuat usaha, meningkatkan nilai tambah, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui penguatan sektor kelautan dan perikanan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus menghadirkan dukungan yang bersentuhan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat, sejalan dengan komitmen mewujudkan Kabupaten Bengkalis yang Bermarwah, Maju dan Sejahtera serta Unggul di Indonesia.