Teks foto: Bupati Hj Kasmarni saat menyampaikan arahannya pada gala dinner bersama para pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Bengkalis, di Wisma Sri Mahkota Bengkalis.
BENGKALIS, PROKOPIM – Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk terus memperhatikan kebutuhan pondok pesantren, memperkuat dukungan melalui kebijakan dan program pembangunan, serta mendorong kemandirian ekonomi pesantren di tengah tantangan pembangunan daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan Kasmarni saat bersilaturahmi dan mengikuti gala dinner bersama para pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Bengkalis, di Wisma Sri Mahkota Bengkalis, Senin (26/10/2026).

Di hadapan para ulama, kiai, ustaz, dan pimpinan pondok pesantren, Kasmarni menekankan bahwa pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan keagamaan, melainkan mitra strategis pemerintah dalam membangun karakter, menjaga moral, serta menyiapkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Bagi kami, pondok pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga benteng moral, pusat pembentukan karakter, serta mitra strategis dalam membangun masyarakat yang religius, bermarwah, dan beradab,” tegas Kasmarni.

Menurutnya, kemajuan daerah tidak cukup hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Penguatan nilai-nilai keagamaan, pembentukan karakter, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Bengkalis yang maju dan sejahtera.
Kasmarni memastikan, aspirasi dan kebutuhan pesantren tetap menjadi perhatian pemerintah daerah, dengan pelaksanaannya disesuaikan dengan kewenangan, skala prioritas, program yang tersedia, serta kemampuan keuangan daerah.

Ia pun mengajak para pimpinan pondok pesantren agar tidak ragu menyampaikan kebutuhan, kendala, dan tantangan yang dihadapi. Masukan tersebut diperlukan agar kebijakan dan program pembangunan yang dirumuskan pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan nyata di lapangan.
Komitmen itu, lanjutnya, sejalan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis Nomor 5 Tahun 2022 tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren, yang menjadi salah satu landasan dalam mendukung penyelenggaraan dan pengembangan pesantren di Kabupaten Bengkalis.

Tak hanya menyoroti dukungan terhadap pendidikan keagamaan, Kasmarni juga mendorong pondok pesantren untuk mengembangkan potensi usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi.
Ia mencontohkan Enha Water yang dibina Pondok Modern Nurul Hidayah sebagai salah satu gambaran bahwa pesantren memiliki peluang untuk mengembangkan unit usaha produktif, sekaligus membangun sumber daya ekonomi yang dapat mendukung keberlanjutan lembaga pendidikan.
“Kami ingin pondok pesantren tidak hanya berkembang dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi. Seperti Enha Water yang dibina Pondok Modern Nurul Hidayah, ini bisa menjadi contoh bahwa pesantren juga memiliki potensi untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.

Kasmarni mempersilakan pondok pesantren yang ingin mengembangkan usaha atau membutuhkan dukungan dalam penguatan ekonomi untuk berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
Menurutnya, peluang pengembangan usaha pesantren perlu dibuka melalui komunikasi dan sinergi yang baik, sehingga potensi yang dimiliki dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan program pemerintah yang tersedia.
Dorongan ini sekaligus menempatkan pesantren sebagai bagian dari kekuatan ekonomi masyarakat, bukan hanya sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga sebagai lembaga yang berpotensi membangun kemandirian dan memberikan manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitarnya.

Pada kesempatan itu, Kasmarni juga meminta para pimpinan pondok pesantren untuk mensosialisasikan program beasiswa tahfidz Al-Qur’an yang sedang dibuka Pemerintah Kabupaten Bengkalis bagi pelajar dan mahasiswa.
Ia berharap informasi mengenai program tersebut dapat menjangkau para santri yang memenuhi persyaratan, sehingga kesempatan memperoleh dukungan pendidikan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Bagi Kasmarni, penguatan pendidikan agama harus berjalan seiring dengan perluasan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Para santri perlu mendapatkan kesempatan untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Karena itu, ia mengajak seluruh pimpinan pesantren untuk terus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, menyampaikan aspirasi secara terbuka, serta memperkuat kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan dan pembinaan generasi muda.
“Mari kita bergandengan tangan. Pemerintah daerah memperkuat dukungan melalui kebijakan dan program pembangunan, sementara pondok pesantren terus menanamkan ilmu, iman, akhlak, dan semangat pengabdian kepada generasi muda. Insyaallah, dengan kebersamaan, kita dapat mewujudkan Bengkalis yang maju, religius, dan unggul dalam kualitas sumber daya manusia,” tutupnya.

Silaturahmi tersebut turut dihadiri Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Provinsi Riau sekaligus Anggota DPD RI, K.H. Muhammad Mursyid, Wakil Bupati Bengkalis, Dr. H. Bagus Santoso, Kapolres Bengkalis, Eko Rubiyanto, Dandim 0303 Bengkalis, Harris Nur Priatno, Ketua Pengadilan Agama Bengkalis, Rahmatullah Ramadhan, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis dr Ersan Saputra, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bengkalis, Aready, sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis serta para ustaz, kiai, dan pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Bengkalis.