Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:16:29 WIB | Dibaca : 94 Kali

Menjadi Irup Hari Santri 2026, Bupati Kasmarni: Santri Harus Jadi Generasi Unggul, Berakhlak, dan Penggerak Indonesia Emas 2045

Editor : Nurhadi - Reporter : Nuratika - Fotografer : Sudiyo, Imam dan Farid
Menjadi Irup Hari Santri 2026, Bupati Kasmarni: Santri Harus Jadi Generasi Unggul, Berakhlak, dan Penggerak Indonesia Emas 2045 Teks foto: Bupati Hj Kasmarni saat memimpin apel Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 tingkat Kabupaten Bengkalis, di Halaman Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Desa Pasiran, Kecamatan Bantan.

BANTAN, PROKOPIM – Santri tidak boleh hanya menjadi penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi harus tampil sebagai generasi unggul yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berakhlak mulia, serta siap mengambil peran strategis dalam membangun masa depan bangsa.

Pesan tegas itu disampaikan Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, saat didaulat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 tingkat Kabupaten Bengkalis, di Halaman Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Desa Pasiran, Kecamatan Bantan, Selasa (27/10/2026).

Di hadapan para santri, ulama, pimpinan pondok pesantren, dan unsur pemerintah, Kasmarni menegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak cukup ditopang kekayaan sumber daya alam maupun pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang cerdas, berkarakter kuat, berintegritas, dan memiliki fondasi spiritual yang kokoh.

“Oleh karena itu, generasi masa depan harus memiliki kemampuan intelektual yang baik, kekuatan spiritual, akhlak mulia, serta integritas yang menjadi landasan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” tegas Kasmarni.

Bupati perempuan pertama di Provinsi Riau tersebut mengingatkan, Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini merupakan pengingat atas besarnya jasa ulama dan santri yang telah mengorbankan jiwa, raga, dan harta demi mempertahankan kemerdekaan serta menjaga martabat bangsa.

Semangat perjuangan itu, menurutnya, tercermin dalam Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Seruan tersebut menjadi salah satu tonggak penting yang membangkitkan perlawanan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Jika dahulu para ulama dan santri berjuang mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini tugas kita adalah mengisi kemerdekaan dengan ilmu pengetahuan, akhlak mulia, persatuan, inovasi, dan pengabdian nyata kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.

Kasmarni mengajak para santri untuk tidak membatasi cita-cita hanya pada bidang keagamaan. Dengan bekal ilmu, akhlak, kedisiplinan, dan semangat belajar, santri memiliki peluang luas untuk berkiprah sebagai ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, profesional, hingga pemimpin masa depan.

Menurutnya, tantangan zaman menuntut santri untuk terus meningkatkan kapasitas diri tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan akhlak, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Santri harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Bukan hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga menghadirkan manfaat; bukan sekadar memiliki cita-cita, tetapi berani mewujudkannya melalui karya dan pengabdian nyata.

Pada kesempatan tersebut, Kasmarni menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui penguatan pendidikan keagamaan dan pengembangan pondok pesantren.

Ia juga mengajak seluruh pimpinan pondok pesantren untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Komunikasi yang terbuka, masukan yang konstruktif, dan pemahaman terhadap kebutuhan nyata pesantren dinilai penting agar kebijakan serta program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi santri dan lembaga pendidikan keagamaan.

“Untuk itu, kami mengajak para pimpinan pondok pesantren untuk terus bersinergi, menyampaikan masukan, dan membangun komunikasi terbuka dengan pemerintah daerah agar setiap kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan santri,” pungkasnya.

Kasmarni berharap, peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, ulama, pimpinan pesantren, dan seluruh elemen masyarakat dalam melahirkan generasi yang berilmu, beriman, berakhlak, serta mampu membawa Kabupaten Bengkalis semakin bermarwah, maju, dan sejahtera, sekaligus berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Upacara tersebut turut dihadiri Anggota DPD RI sekaligus Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren Provinsi Riau, K.H. Muhammad Mursyid, Anggota DPRD Provinsi Riau Sofyan, Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Isa Selamat, Wakil Bupati Bengkalis Dr. H. Bagus Santoso serta unsur Forkopimda dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis Triyono, Wakil Ketua Pengadilan Agama Bengkalis, Mumu Mu’min Muktasidin, Sekretaris Pengadilan Negeri Bengkalis Jumari para pejabat pimpinan tinggi pratama, Camat Bantan Aulia Fikri; Camat Bengkalis Rafli Kurniawan serta pimpinan pondok pesantren, ulama, kiai, dan para santri se-Kabupaten Bengkalis.

Peringatan tersebut menjadi penegasan bahwa masa depan bangsa membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan luhur dalam akhlak. Dari pesantren, diharapkan lahir santri yang siap menguatkan negeri dan mengambil bagian dalam perjalanan Indonesia menuju masa depan yang gemilang.