Senin, 06 Oktober 2014 | WIB | Dibaca : 960 Kali

Bupati Shalat Idul Adha di Masjid Istiqomah

[dropcap style="white-dropcap blue" rounded="nonestyle"]B[/dropcap]upati Bengkalis H. Herliyan Saleh bersama ribuan umat muslim menggelar shalat Idul Adha 1435 H di masjid Istiqomah, Minggu (5/10/2014) pagi. Awalnya pelaksanaan shalat akan digelar di Lapangan Tugu, namun karena semalaman diguyur hujan, sehingga tidak memungkinkan untuk dipakai shalat berjamaah.

[caption id="attachment_1798" align="aligncenter" width="1024"]Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh memberikan sambutan saat pelaksanaan shalat Idul Adha 1435 H di masjid Istiqomah Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh memberikan sambutan saat pelaksanaan shalat Idul Adha 1435 H di masjid Istiqomah[/caption]

Tampak hadir Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis H. Heru Wahyudi, Sekdakab Bengkalis H. Burhanuddin, Dandim 0303 Bengkalis Letkol Arhanud Wachyu Dwi Haryanto, mantan Bupati Bengkalis H. Syamsurizal, dan puluhan pejabat Bengkalis yang ikut berbaur dengan ribuan jemaah umat Islam. Bertindak sebagai khattib Ketua Harian LPTQ Provinsi Riau H. Suryan A. Jamrah sedangkan imam dipimpin oleh imam masjid Istiqomah H. Ghufronuddin.

Dalam sambutannya, menurut Herliyan bahwa pelaksanaan hari raya Idul Adha mengandung dua dimensi. Pertama, dimensi ritual, pelaksanaan qurban semata-mata karena memenuhi perintah Allah dan rosulnya seperti halnya yang dicontohkan oleh nabi Ibrahim AS, sekalipun harus menyembelih putra kesayangannya Ismail.

"Sedangkan yang kedua, dimensi sosial, pelaksanaan ibadah qurban tidak hanya dimaknai sebatas menyembelih hewan korban namun mengandung nilai-nilai sosial mengajarkan kita untuk saling tolong menolong dan memberi," ungkapnya.

Peringatan Idul Adha, sambung Herliyan hendaknya mampu membawa suatu nilai keimanan dan nilai sosial yang tinggi, yakni semangat rela berkurban.

"untuk itu saya mengajak seluruh umat Islam agar senantiasa meningkatkan semangat rela berkurban, membangun keikhlasan untuk saling berbagi, saling membantu dan saling bekerja sama untuk menciptakan kesejahteraan," ungkapnya lagi.

Sementara itu, Khatib Sholat Idul Adha, H. Suryan A. Jamrah dalam khutbahnya mengatakan bahwa hakikat idul adha adalah kembali kepada pemahaman nilai qurban yang berpangkal dari konsep keimanan dan kemanusian sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Qurban juga merupakan konsep pengurbanan yang dilandasi keikhlasan dalam menjalankan pengabdian, tugas dan perjuangan tanpa mengharapkan balasan dan pujian, keuntungan materi serta unsur kemusyrikan dengan alasan darah dan daging sembelihan dijadikan sebagai persembahan yang menjadikan nilai kesalehan menjadi sia-sia.

"Namun sejatinya, qurban menjadikan pengingat bagi kita akan kematian, kenyataan bahwa hidup ini singkat. Oleh karenanya kita harus beramal, bermoral, dan meningkatkan kesalehan sosial", terang Suryan A. Jamrah.

Sebelumya turut diumumkan pemenang pawai takbir yang digelar pada malam Minggu, ada tiga kategori yang diperlombakan yaitu tingkat Masjid, Mushalla, dan tingkat sekolah.

Untuk tingkat masjid juara I dimenangkan Al Hidayah kel. Rimba Sekampung, juara II Al Muslihun desa Wonosari, Juara III Al Hakim desa Senggoro, harapan I Jamiatul Mukhlasin desa Simpang Ayam, harapan II Nurul Yaqin desa Senderak, dan harapan III Taqwa desa Air Putih.

Kategori mushalla, juara I diraih Darunnasihin dusun Simpang Ayam, juara II mushalla Pasar Almuqarrabin Bengkalis, juara III Al Muslihin Kel. Kota Bengkalis, Harapan I Al Falah desa Damai, harapan II Fastabiqul Khairat desa Senderak, dan harapan III Jamiatul Hidayah kel. Rimba Sekampung

Terakhir kategori sekolah, juara I disabet SMA Negeri 2, juara II SMP Negeri 7, juara III SMA Negeri 1, Harapan I SMP Negeri 1, harapan II SMA Negeri 3, sedangkan MTs Negeri mendapatkan juara harapan III.

Usai pelaksanaan shalat, Bupati Herliyan berkesempatan melihat penyembelihan hewan qurban dibeberapa tempat, seperti Masjid Al Hidayah Gg. Budiman Kelurahan Rimba Sekampung dan Masjid Nurul Yakin Desa Senderak.