Wakil Bupati Bengkalis H, Suaytno membuka secara resmi seminar sehari peduli HIV/AIDS dan NAPZA dengan tema “ cegah dan lindungi diri, keluarga dan masyarakat dari HIV/AIDS dalam rangka perlindungan HAM” yang dilaksanakan di gedung daerah.Senin 1 Desember 2014
[caption id="attachment_2170" align="aligncenter" width="1000"]
Wakil Bupati Bengkalis H Suayatno seminar sehari peduli HIV/AIDS[/caption]
Pada acara pembukaan seminar sehari peduli HIV/AIDS dan NAPZA juga turut hadir Kalapas Bengkalis, wakil direktur RSUD dan kepala SKPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Sedangkan peserta seminar berasal dari SMA yang ada di Kecamatan Bengkalis dan Kecamatan Bantan beserta guru berjumlah 200 orang, sedangkan nara sumber dari kegiatan seminar sehari dari doktor2 Rumah Sakit Umum Bengkalis (RSUD).
Kegiatan seminar sehari peduli HIV/AIDS dan NAPZA terselenggara oleh Ikatan Doktor Indonesi yang berkerja sama dengan Komisi Penggulangan AIDS, Badan Narkotika Kabupaten Bengkalis dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)Bengkalis.
Sebelum memberikan pengarahan Waki Bupati Bengkalis H, Suayatno yang juga sebagai Ketua Umum Badan Narkotika Kabupaten Bengkalis, menyematkan pin lounching remaja bebas HIV/AIDS yang langsung dilantik oleh H, Suayatno yang di damping Wakil Direktur Ikatan Doktor Indonesia.
H, Suayatno menyambut baik seminar sehari peduli HIV/AIDS dan NAPZA dengan tema “ cegah dan lindungi diri, keluarga dan masyarakat dari HIV/AIDS dalam rangka perlindungan HAM”. HIV/AIDS sudah menjadi permasalahan global dan menjadi persoalan kita bersama. Indonesia termasuk ke dalam salah satu Negara di asia dengan laju perkembangan epidemi HIV tercepat. HIV/AIDS tidak hanya terjadi di kalangan pekerja seksual dan pengguna narkoba dengan alat suntik. Hingga bulan maret 2014 di Indonesia tercatat lebih dari 100.000 kasus HIV dan lebih dari 40.000 telah berada pada tahap AIDS. Ini berdasarkan KPA di Bengkalis sendiri terdapat 226 kasus HIV, 51 kasus telah berada pada tahap AIDS dan 33 orang diantaranya telah meninggal dunia.”ungkap wabub
Hari AIDS sedunia diperingati serentak seluruh dunia termasuk Indonesia tepatnya pada tanggal 1 Desember 2014. Peringatan hari AIDS hari ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dalam penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia. Berbagai kegiatn positif dapat dilakukan seperti sosialisasi HIV/AIDS melalui seminar, berbagai perlombaan dan bakti social. Pada kesempatan ini kita memperingati hari AIDS sedunia dengan mengadakan seminar peduli AIDS dan pembentukan komunitas anti napza dan seks bebas.
Kegiatan ini merupakan momentum yang sangat tepat, hal ini sesuai dengan tema peringatan hari AIDS sedunia tahun ini, yaitu cegah dan lindungi diri, keluarga dan masyarakat dari HIV/AIDS dalam rangka perlindungan HAM. Dengan tema ini hendaknya bias menjadi pemicu bagi generasi muda untuk berperan aktif dalam mencegah penularan baru HIV/AIDS pada diri, keluarga dan masyarakat, serta ikut memberikan perlindungan bagi ODHA dari stigma dan diskriminasi.