Kota Bengkalis menjadi salah satu kota destinasi meriahnya perayaan penyambutan tahun baru Imlek. Kemeriahan terlihat tidak hanya saat para perantau pulang ke Bengkalis, tapi juga berubahnya warna kota menjadi merah oleh ribuan Lampion dan Bunga Nenas di jalan-jalan dan rumah-rumah warga.
[caption id="attachment_290" align="alignleft" width="300"]
Ribuan Lampion mulai menghiasi jalan-jalan utama Kota Bengkalis menyambut Perayaan Imlek, Selasa (21/1). lampu-lampu berwarna merah ini akan terlihat indah saat malam hari[/caption]
Seperti perayaan Imlek tahun ini, kemeriahan mulai terlihat meski peringatannya masih seminggu lebih lagi, 31 Januari nanti. Pernak pernik Imlek seperti lampion dan bunga nenas yang didominasi warna merah, menjadi pemandangan tersendiri yang menghiasi rumah-rumah warga Tionghoa dan di sepanjang jalan utama Kota Bengkalis.
Seperti di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di Pasar Bengkalis sudah terpasangan hiasan lampu lampion yang tersusun rapi sehingga enak dipadang. Lampu lampion tersebut diikat menggunakan tali nilon yang dihubungkan antara satu ruko dengan ruko lainnya.
Suasana Imlek pun terlihat di kelenteng Hook Ann Kiong Jalan Yos Sudarso. Di sisi depan klenteng penuh terpasang pernak-pernik imlek yang semuanya berwarna merah. Kemudian di ruko-ruko sepanjang jalan di Kota Bengkalis juga demikian.
Lagu-lagu berbahasa Cina juga mulai diputarkan oleh mayarakat Tionghoa di rumah-rumah mereka. Demikian pula pernak-pernik hiasan imlek, tampak dijual di sejumlah toko.
Menurut Nurhayati, pemilik Toko Paris mengatakan, pernak pernik Imlek sudah mulai diperjual belikan sejak awal Januari kemarin dan diburu warga Tionghoa seiring dengan makin dekatnya perayaan Imlek.
Hal senada diungkapkan Supendi, pengelola Plaza Laksamana Bengkalis. Dikatakan, pernak pernik Imlek mulai dibeli warga menjelang sembahyang 15 hari sebelum Imlek. “Seperti lampion, itu sudah mulai diburu dan sekarang sudah terpasang semua di rumah-rumah warga,” kata pria yang akrab disapa Pendi.
pantauan di pelabuhan Bandar Sri Laksamana (BSL) dan Bandar Sri Setia Raja (BSSR) maupun di feri penyeberangan, belum terlihat adanya lonjakan penumpang baik datang dan pergi. Warga Tionghoa yang ingin merayakan Imlek di Bengkalis belum begitu terasa. Diperkiraan peningkatan baru terasa tiga hari menjelang Imlek.
Sementara pantauan di Vihara Hook Ann Kiong, Jalan Jenderal Sudirman, persiapan pihak yayasan menyambut Imlek sudah terlihat sejak awal Januari kemarin. Seperti membersihkan vihara dan memasang pernak perniknya. Termasuk juga pemasangan lampion di sekitar vihara, sudah selesai dilakukan.
Biasanya setiap peringatan Imlek juga akan ada malam hiburan yang dipusatkan di pasar lama dengan mendatangkan penyanyi dari Taiwan. Kemudian juga ada ritual arak-arakan keliling Kota Bengkalis untuk melakukan penyemahan.