Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) yang terjadi sejak dua pekan terakhir di pulau Bengkalis terus meluas. Sampai dengan Minggu (2/2) setidaknya ditemukan 11 titik api di kecamatan Bengkalis dan Bantan.
[caption id="attachment_327" align="alignleft" width="300"]
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kabupaten Bengkalis, Muchammad Djalal S.Sos[/caption]
Sebelumnya pada Sabtu (1/2) terdapat 8 titik api di desa Bantan Tua sebanyak dua titik, tepatnya di jalan lintas Bengkalis-Bantan KM 5 di dekat balai benih pertanian. Desa Wonosari dua titik api yaitu di Wonosari Barat dan Wonosari Tengah. Kemudian di dusun Klebuk desa Penampi, jalan Haji Ilyas Bengkalis, desa Sungai Alam kecamatan Bengkalis satu titik api dan satu lagi di desa Selatbaru.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kabupaten Bengkalis, Muchammad Djalal S.Sos menyebutkan bahwa sampai Minggu pagi kemarin ditemukan tiga titik api lagi. Ketiga titik api itu masih di desa Bantan Tua dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, dimana api sudah merengsek ke dekat jalan serta pemukiman masyarakat.
“Sampai sekarang sudah 11 titik api di kecamatan Bengkalis dan Bantan. Upaya pemadaman terus kita lakukan, tetapi keterbatasan personil menyebabkan pemadaman berlangsung lama serta tiupan angin kencang membuat api menjalar kemana-mana di lahan gambut tebal,”terang Djalal, di lokasi kebakaran Bantan Tua, Minggu (2/2).
Langkah pemadaman api cukup menyulitkan, karena di lokasi yang terbakar sulit didapat sumber air serta angin kencang pada Sabtu membuat api terus membakar lahan warga. Lahan yang terbakar menurut Djalal selain lahan kosong juga kebun karet milik masyarakat seperti di desa Wonosari.
Untuk membantu pemadaman sambung Djalal, BPBD-Damkar terpaksa meminta bantuan kepada Polres dan Polsek Bengkalis. Pada Sabtu lalu sebanyak 25 personil dari Polres Bengkalis diterjunkan kelapangan untuk membantu memadamkan api. Sementara itu dari Pemkab Bengkalis sendiri, seperti Satpol PP dan Polhut Bengkalis sampai kemarin tidak terlihat sama sekali di lokasi karthutla.
“Diduga masih ada masyarakat yang melakukan pembakaran lahan untuk membuak kebun di musim panas seperti sekarang. Total lahan yang terbakar diperkirakan sudah mencapai 200-an hektar di kecamatan Bengkalis dan Bantan,”tambah Djalal.
Kehadiran 25 personil Polres Bengkalis itu dikatakan Djalal sangat membantu tim pemadaman kebakaran BPBD-Damkar. Selain turut memadamkan api, aparat kepolisian juga mengatur lalu lintas, karena lokasi kebakaran di Bantan Tua hanya 50 meter dari jalan Bengkalis-Bantan.
Karhutla yang terjadi di desa Wonosari meludeskan belasan kebun karet milik warga. Seperti diakui Ar Rohman (39) salah seorang warga Wonosari Barat, setidaknya 1,5 hektar kebun karet milik orang tuanya, yang sekarang dikelolanya ludes terbakar jadi abu.
“Kebakaran di Wonosari sudah terjadi sejak sepekan lalu, api terus menjalar kemana-mana tempat. Kebun karet milik bapak saya, yang saya kelola sejak beberapa tahun lalu habis terbakar. Tak tersisa sebatangpun pokok karet,”papar Ar Rohman.
Disebutnya, penanganan karhutla terkesan lamban oleh pemerintah. Pada saat kebakaran di desanya, upaya pemadaman hanya dilakukan warga dengan menggunakan mesin robin namun tidak berhasil. Bahkan pemadaman dilakukan siang dan malam, karena khwatir kebun mereka terbakar.
“Mau apalagi, kita sudah berusaha semampunya untuk memadamkan api. Tapi panas terik ditambah angin kencang membuat api terus menjalan di lahan gambut tebal dan menghanguskan kebun karet saya dan sejumlah warga disini,” aku Rohman sedih.