Senin, 26 Oktober 2015 | WIB | Dibaca : 796 Kali

Lulusan STIE Syariah Bengkalis Jangan Hanya Jadi Pencari Kerja, Tapi Ciptakan Lapangan Kerja

BENGKALIS, HUMAS - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Syari'ah Bengkalis menggelar sidang senat terbuka Wisuda Sarjana VII di Gedung Cik Puan, Senin (26/10/2015). Wisuda tahun ini Sebanyak 187 lulusan yang terdiri 131 mahasiswa Program Pendidikan (Prodi) Akuntansi Syari'ah dan 56 mahasiswa Prodi Perbankan Syari'ah.

[caption id="attachment_4391" align="aligncenter" width="1027"]Plt. Asisten Administrasi Umum Setda Bengkalis, H Hermanto Baran foto bersama dengan lulusan Cumlaude Wisuda Sarjana VII STIE Syari'ah Bengkalis di Gedung Cikpuan, Senin (26/10/2015) Plt. Asisten Administrasi Umum Setda Bengkalis, H Hermanto Baran foto bersama dengan lulusan Cumlaude Wisuda Sarjana VII STIE Syari'ah Bengkalis di Gedung Cikpuan, Senin (26/10/2015)[/caption]

Penjabat Bupati Bengkalis, H Ahmad Syah Harrofie yang diwakili Plt. Asisten Administrasi Umum Setda Bengkalis, H Hermanto Baran dalam sambutannya menantang para lulusan STIE Syariah Bengkalis agar kedepannya tidak hanya menjadi pencari pekerjaan, tetapi harus bisa menjadi pencipta lapangan pekerjaan. "Para lulusan sebuah Perguruan Tinggi (PT) dimanapun, tidak terkecuali STIE Syari'ah Bengkalis saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan ijazah dalam mencari pekerjaan, tapi harus memiliki kompetensi dan keterampilan yang mumpuni, sehingga dapat terserap pasar kerja dengan cepat. Terlebih pada pada tahun 2015 ini, kita menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)" ujar Hermanto saat membacakan sambutan tertulis Pj Bupati Bengkalis. Selain itu, Penjabat Bupati juga meminta agar lulusan STIE Syari'ah di harapkan jangan hanya berpikir hanya untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pola pikir seorang sarjana ingin menjadi PNS perlu dihilangkan sebab bukan tidak diterima lagi tetapi peluang sudah cukup kecil, peluang sarjana lulusan itu bisa sukses dan mandiri adalah dengan membuka lapangan kerja. "Kalian dituntut untuk berpikir bagaimana supaya mampu ikut berkiprah membangun negeri ini, tanpa harus berharap banyak menjadi seorang PNS. Lebih mulia lagi jika saudara-saudara punya mindset sebagai entrepreneurship untuk menciptakan lapangan kerja yang bermanfaat bagi orang banyak", ingat Ahmad Syah. Dihadapan 187 lulusan, Ahmad Syah juga meminta agar setelah menyandang gelar kesarjanaan, bukan berarti berhenti untuk belajar. Sebab, setiap saat kita dituntut untuk terus belajar dan menambah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). "Jika kita tidak mengikutinya, dikhawatirkan kita tidak akan pernah menang dalam persaingan global, selalu menjadi pecundang bukan petarung sejati. Bukan hanya menjadi penonton, tetapi bisa jadi malah menjadi penumpang di negeri sendiri" pungkasnya. Untuk lulusan Cumlaude angkatan VII dari Prodi Akuntasi Syari'ah atas nama Eli Mardina dengan IPK 3,52 dan Resmawati Fatma Isandi dengan IPK 3,78 dari Prodi Perbankan Syari'ah.