Jumat, 28 Februari 2014 | WIB | Dibaca : 841 Kali

Harimau Berkeliaran Di Posko Pengungsi

Ratusan pengugsi korban Karhutla di Barak Aceh desa Tanjung Leban Kecamatan Bukit Batu, kini menghadapi persoalan baru. Bukan hanya soal kebun sawit dan rumah-rumah mereka yang hangus dibaham api, tapi juga soal keselamatan mereka yang ikut terancam.

[caption id="attachment_327" align="aligncenter" width="448"]Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kabupaten Bengkalis, Muchammad Djalal S.Sos Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kabupaten Bengkalis, Muchammad Djalal S.Sos[/caption]

Adalah ‘Tok Belang” yang sejak, Kamis lalu mendatangi lokasi posko pengungsi. Bukan hanya satu ekor, menurut sejumah saksi mata ada beberapa ekor Harimau yang menyambangi posko pengungsi.

Ditengarai, bertamunya si Belang ke posko pengungsi disebabkan hutan belantara yang menjadi tempat tinggal mereka selama ini ludes terbakar. Akibatnya, binatang buas tersebut keluar dari hutan menyambangi lokasi pengungsian.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Bengkalis, Much Jalal Kamis (27/2) sore membenarkan mulai berkeliarannya Harimau di sekitar posko pengungsi.

"Pagi tadi (kemarin-red) sekitar pukul 07.00 WIB warga di posko pengungsi melapor ke saya, ada induk Harimau bersama anaknya melintas di posko pengungsi, lalu pergi ke hutan di sebelah posko Bukit Seludung," terang Jalal.

Berkeliarannya Harimau di sekitar posko pengungsi jelas meresahkan dan membuat takut pengungsi. Karena posko yang dihuni 37 KK atau sebanyak 105 orang warga yang juga banyak diantaranya anak-anak tersebut, hanya terbuat dari terpal.

"Warga kini memang ketakutan, apalagi posko pengungsi itu hanyalah terpal yang sulit bagi warga mencari perlindungan jika ada serangan seperti binatang buas. Dan bukan tidak mungkin, jika “si belang” kembali akan mendatangi posko itu,"ujar Jalal.

Hal ini kata Jalal didasarkan atas informasi dari tetua kampung setempat, bahwa Bukit Seludung yang bersebelahan dengan Bukit Lengkung yang kini sudah ludes terbakar, adalah 'kampung' si belang.

"Saya sudah melaporkan hal ini kepada BKSDA Propinsi Riau. Karena Harimau ini adalah binatang yang dilindungi dan domainnya BKSDA yang menanganinya. Kita hanya bisa berharap ada solusi dari BKSDA menangani masalah ini, dan warga di pengungsian bisa tenang dan aman. Tanpa dibayangi ketakutan diterkam Harimau,"ulasnya.