Selasa, 11 Maret 2014 | WIB | Dibaca : 929 Kali

Diluar CBGSKBB, Luas Karhutla 5.349 Ha

Sampai dengan minggu pertama Maret, total luas lahan dan hutan diseluruh kabupaten Bengkalis yang terbakar mencapai 5.439 hektar yang tersebar di hampir seluruh kecamatan. Luas lahan yang terbakar tersebut belum termasuk lahan di kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (CBGSKBB) yang diperkirakan mencapai 1400-an hektar.

[caption id="attachment_418" align="aligncenter" width="448"]Kebakaran hutan dan lahan di pulau Bengkalis Kebakaran hutan dan lahan di pulau Bengkalis[/caption]

Data tersebut diperoleh dari Bidang Rehabilitasi Lahan dan Pengamanan Hutan (RLPH) DinasPerkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) kabupaten Bengkalis. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi memasuki bulan ketiga, tidak hanya menghanguskan lahan kosong semata, tetapi juga areal perkebunan kelapa sawit milik perusahaan swasta dan masyarakat, kebun karet warga serta lokasi hutan tanaman industri (HTI) perusahaan pulp and pappers di Riau.

Kepala Dinas Disbunhut Bengkalis melalui Kepala Bidang RLPH, M Zamri diruang kerjanya, Selasa (11/3) memaparkan bahwa saat ini kondisi karhutla terus meluas. Sampai dengan kemarin, diperkirakan luas lahan yang terbakar bertambah sekitar 150 sampai 200-an hektar di Kecamatan Bengkalis, Bantan, Bukit Batu, Siak Kecil dan Rupat.

“Total luas lahan yang terbakar diluar CBGSKBB adalah 5.349 hektar dengan karhutla terbanyak terjadi di kecamatan Bukitbatu, tepatnya di dusun Bukit Lengkung desa Tanjung Leban. Luas lahan yang terbakar di Bukit Lengkung menurut data kita sudah melebihi 1500 hektar, dan 221 jiwa sudah diungsikan beberapa waktu lalu, serta desa Api-api karhutla mendekati 1000 hektar,”terang Zamri.

Dijelaskan, berdasarkan titik koordinat N1 29 11.9 E101 50 24.9 karhutla seluas 250 hektar juga terjadi di KM 11 Makmur arang Buaya Perbatasan SPA desa Sepahat antara kecamatan Bukitbatu dan Siak Kecil. Kemudian di titik koordinat 102 23 43.5 BT 1 22 23.8 LU lahan perkebunan seluas 325 hektar juga habis dilalap api di desa Kelemantan kecamatan Bengkalis.

Ditambahkan, untuk kecamatan Bantan karhutla terluas terjadi di jalan lingkar Bantan menuju kota Bengkalis sekitar 80 hektar serta di beberapa titik lagi, namun mayoritas masih dibawah 50 hektar. Sedangkan di kecamatan Mandau, karhutla seluas 800 hektar ditemukan di titik koordinat N 01 20 954 E 101 22 998 di desa Batin Batua.

“Untuk kecamatan Rupat, karhutla terjadi di desa Pergam areal klaim PT.Sumatera Riang Lestari (SRL) pengelola HTI seluas 700 hektar. Di desa Terkul juga terjadi kebakaran seluas 100-an hektar serta desa pemekaran Dangum Baru mencapai 900-an hektar,”jelas Zamri lagi.

Untuk karhutla di CBGSKBB, data luas lahan yang terbakar berada di BKSDA Riau serta BPBD-Damkar. Berdasarkan data karhutla yang ada, mayoritas lahan yang terbakar merupakan lahan milik masyarakat, baik yang sudah ditanami maupun lahan kosong yang diduga dibakar saat melakukan land clearing (pembersihan lahan).

“Sementara itu sejak tiga hari terakhir sejumlah titik api baru juga ditemukan di desa Bantan Tengah kecamatan Bantan, desa Senggoro, desa Ketam Putih dan Pematang Duku kecamatan Bengkalis. Di kecamatan Bukitbatu titik api baru ditemukan di desa Sejangat dan temiang,”tambah Zamri.