Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh bersama sekitar 3.000 masyarakat Bengkalis, Kamis (13/3) menggelar shalat Istisqa di Lapangan Tugu Bengkalis. Shalat dimulai pukul 08.00 WIB, dipimpin iman Masjid Istiqomah Kabupaten Bengkalis, Ghufronuddin dan Khatib Ustadz Amrizal.
[caption id="attachment_567" align="aligncenter" width="448"]
Sejumlah pejabat teras Kabupaten Bengkalis juga ikut salat bersama bermunajat minta diturunkan hujan kepada Allah SWT. Di antaranya Wakil Bupati Bengkalis. H Suayatno, Sekda H Burhanuuddin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis H Jumari dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bengkalis.
Sebelum melaksanakan shalat, terlebih dahulu digelar istighasah yang dipimpin Kiyai Fadhli. Sesekali sang kiyai terdengar menangis dan terbata saat memimpin bacaan-bacaan istighasah. Pun begitu kita dirinya membacakan doa bermohon diturunkan hujan oleh Allah SWT.
Usai melakukan istighasah, acara dilanjutkan dengan shalat Istisqa, namun sebelum itu imam masjid Istiqamah Bengkalis, Ghufranuddin menyampaikan beberapa hal menyangkut kaifiat shalat istisqa.
Suasana bertambah haru dan khusyu’, saat sang imam memimpin pembacaan doa meminta hujan kepada Allah SWT. Beberapa kali doa yang dbacakan harus terputus-putus, karena sang imam menangis. Tidak hanya imam, sejumlah jamaah juga terlihat mengusap air mata yang mulai membasahi pipi.
Sementara Ustad Amrizal M.Ag dalam kutbahnya mengajak perbanyak berzikir dan mengerjakan amalan-amalan yang baik serta minta ampun kepada Allah atas kesalahan yang kita perbuat.
Allah SW kata Amrizal, lebih memilih taubat yang dilakukan oleh manusia dalam kelompok jamaah lebih besar, tidak dalam kelompok kecil atau perorangan.
“Khatib yang fakir lagi dhaif ini, imam yang hafiz Al-quran, atau para kiyai pemimpin istighasah, tidak akan mampu meminta atau menurunkan hujan dari langit, kalau seluruh penduduk negeri ini tidak melakukam hal serupa. Tidak melakukan taubat secara kolektif, meninggalkan segala perbuatan yang dapat mengundang murkanya Allah. Kemarau panjang dan segala bencana ini adalah azab yang dirurunkan oleh Allah, semoga kita semua mengambil iktibar dari musibah ini,” urai Amrizal.
Sementara itu Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh ditemui usai shalat Istisqa mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Riau. Namun, sejauh ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Dengan luasnya areal kebakaran ditambah kondisi lahan gambut maka proses pemadaman sangat sulit dilakukan.
''Kemarin mau dilakukan hujan buatan tapi gagal karena awannya tidak ada. Terus dilakukan bom air, namun seperti kita lihat kabut asap semakin tebal. Sulit memang, maka harapan kita adalah memohon kepada Allah SWT, melalui pelaksanaan salat Istisqo hari ini agar diturunkan hujan,'' ujar Bupati.