Rabu, 30 Juli 2025 - 11:50:21 WIB - Dibaca : 732 Kali
Puncak Peringatan Hari Jadi ke-513 Bengkalis Kental Budaya Melayu
Editor: Indra - Rep: Tim peliput hari jadi ke 513 - Foto: Tim peliput hari jadi ke 513
BENGKALIS - PROKOPIM, Rangkaian acara puncak Peringatan Hari Jadi ke-513 Bengkalis mencerminkan bahwa Negeri Junjungan adalah tanah Melayu yang tradisinya sangat terjaga dengan baik.

Puncak peringatan Hari Jadi Bengkalis ditandai dengan Sidang Paripurna Istimewa DPRD, di Kantor DPRD Bengkalis. Rabu, 30 Juli 2025.
Kedatangan rombongan Bupati Kasmarni yang bergerak dari Wisma Daerah Sri Mahkota ke Kantor DPRD Bengkalis disambut dengan tabuhan kompang dan barisan bunga manggar.

Dalam budaya Melayu, Kompang digunakan untuk menyambut tamu kehormatan. Irama kompang yang dinamis dan khas Melayu menciptakan suasana yang lebih semarak dan bersemangat.
Kemudian bunga manggar khas Melayu, berupa hiasan yang terbuat dari kertas warna-warni, menyerupai pohon kelapa. Bunga manggar melambangkan kemeriahan dan kegembiraan, serta menjadi simbol penyambutan.
Usai melewati jajaran bunga manggar, rombongan Bupati Kasmarni yang didampingi Wakil Bupati dan Bupati ke-14 Bengkalis Amril Mukminin dan unsur Forkopimda Kabupaten Bengkalis dan diapit oleh bujang dan dara
disambut dengan silat sambut.Silat Sambut adalah seni bela diri yang ditampilkan untuk menyambut tamu dengan gerakan yang indah dan sopan santun khas Melayu. Selain sebagai atraksi penyambutan, silat ini juga memiliki makna simbolis, yaitu sebagai bentuk penghormatan, perlindungan, dan penyambutan yang hangat.

Sebelum mengikuti Sidang Paripurna Istimewa, Rombongan Bupati Kasmarni disuguhkan tari persembahan dan tepak sirih.
Tari Persembahan adalah tarian yang secara khusus ditampilkan untuk menyambut tamu-tamu penting dengan tujuan menghormati dan menjamu mereka.

Tarian ini melibatkan pemberian sirih kepada tamu, yang memiliki makna filosofis mendalam. Sirih dianggap sebagai simbol keramahan, penghormatan, dan persaudaraan. Tarian ini mengandung nilai-nilai sopan santun, adab malu, dan tata krama yang dijunjung tinggi dalam budaya Melayu.


Berita Lainnya
DPRD Bengkalis Tetapkan Perubahan Komposisi AKD Tahun 2026
PAW DPRD Bengkalis Resmi Dilantik, Bupati Harap Sahat Jalankan Amanah dengan Penuh Tanggung Jawab
Bupati Bengkalis Hadiri Paripurna DPRD, Bahas Pokir 2027, Fraksi-Fraksi Sepakat Diteruskan Ke Tahap Perencanaan
Terima Audiensi Kanwil Kemenkum Riau, Sekda Bengkalis Dorong Penguatan Pelayanan Hukum
Tulis Komentar