Senin, 19 Januari 2026 - 11:24:22 WIB - Dibaca : 191 Kali

BUMDes Kuala Alam Gerakkan Ekonomi, Pemerintah Dukung Penanaman Cabai Nusantara

Editor: Indra - Rep: Halimatussa’diah - Foto: Ibrahim
Teks foto: Staf Ahli Bupati Bengkalis Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Syahrudin saat melakukan penanaman perdana Cabai Nusantara di lahan pertanian BUMDes Kuala Alam, Jalan Awang Mahmuda.

BENGKALIS, PROKOPIM – Bupati Bengkalis diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis Syahrudin mengikuti secara langsung Penanaman Bersama Cabai Nusantara di lahan pertanian BUMDes Kuala Alam, Jalan Awang Mahmuda, Senin (19/01/2026).

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam memperkuat ketahanan pangan dan menekan inflasi daerah melalui pengembangan komoditas strategis.

Turut hadir dalam penanaman terpadu ini sejumlah unsur perangkat daerah, akademisi, dan pemerintah desa, di antaranya Kadis Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Bengkalis Sufandi, Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Bengkalis yang diwakili Kabid Tanaman Pangan Dr. Rafiani, Direktur Politeknik Negeri Bengkalis Johny Custer, Camat Bengkalis Taufik Hidayat.

Kemudian Dekan FEB Universitas Riau Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, Direktur BUMDes Kuala Alam Bandar Jaya Zulkifli, serta Penjabat Kepala Desa Kuala Alam Norherizal.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbolis papan pembangunan potrai kepada kelompok tani yang diwakili Umar, diserahkan langsung oleh Staf Ahli Bupati. Usai penyerahan, dilakukan peninjauan lahan sekaligus mendengarkan penjelasan teknis dari tim tanaman pangan terkait pola tanam dan sistem produksi yang diterapkan.

Dalam sambutannya, mewakili Bupati Bengkalis, Syahrudin menyampaikan apresiasi kepada BUMDes Kuala Alam dan seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa inisiatif penanaman cabai ini menunjukkan desa mampu berperan aktif sebagai pelopor pembangunan dan motor penggerak ekonomi masyarakatnya sendiri melalui langkah konkret dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis, lanjut Syahrudin, menilai penanaman cabai bukan sekadar seremoni, tetapi strategi nyata memperkuat ketahanan pangan daerah, menjaga stabilitas harga, serta menciptakan peluang pendapatan bagi warga. Dengan semangat kolaborasi, pemerintah yakin Desa Kuala Alam dapat mengurangi ketergantungan pasokan luar wilayah dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Kemudian Direktur BUMDes Kuala Alam Bandar Jaya, Zulkifli, menjelaskan bahwa BUMDes kini memposisikan diri sebagai motor ekonomi desa melalui pengembangan unit usaha Cabai Nusantara. Dengan lahan satu hektare dan lebih dari 5.000 batang cabai, pihaknya menargetkan panen hingga lima ton per siklus, di mana hasil grade A dan B akan dijual dengan harga tetap Rp35.000/kg guna menyokong stabilisasi harga cabai di Kuala Alam dan sekitarnya.

BUMDes Kuala Alam juga memperluas dampak ekonomi melalui penguatan hilirisasi. Bersama MBG, BUMDes memproduksi olahan pangan stik ikan lome dengan pasokan 200 kg per minggu ke dapur pengolahan di Riau. Program ini telah menyerap lebih dari 30 tenaga kerja harian lokal dengan pendapatan Rp150.000–Rp200.000 per hari, sehingga secara langsung meningkatkan ekonomi rumah tangga masyarakat desa.

Selain itu, BUMDes turut mengelola layanan internet desa yang telah menjangkau lebih dari 100 pelanggan dengan omzet Rp15–20 juta per bulan. Jaringan kini diperluas ke desa sekitar melalui kemitraan, dan BUMDes menargetkan kontribusi Pendapatan Asli Desa mencapai Rp50–60 juta. Dengan gerak usaha yang terus berkembang, Kuala Alam semakin teguh menuju desa mandiri, inovatif, dan sejahtera.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Kuala Alam Norherizal menyampaikan bahwa keberhasilan program ini tak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, OPD terkait, pendamping desa, perguruan tinggi, dunia usaha, perbankan, dan seluruh masyarakat.

Ia berharap kerja sama yang terbangun dapat terus menguat demi mewujudkan desa berdaulat pangan sekaligus tangguh menghadapi tekanan ekonomi akibat inflasi.


Berita Lainnya

Tulis Komentar