Selasa, 05 Mei 2026 - 10:21:44 WIB - Dibaca : 34 Kali

Komitmen Hadapi Ancaman Narkoba, Pemkab Bengkalis Siapkan ULT P4GN Sebagai Benteng Perlindungan Masyarakat

Wabup Bagus Santoso Pimpin FGD Pembentukan ULT P4GN Bengkalis

Editor: Indra - Rep: Halimatussa’diah - Foto: Beby Candra dan Khairuddin
Teks foto: Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso, saat memimpin dan menyampaikan arahan dalam Focus Group Discussion (FGD) pembentukan Unit Layanan Terpadu (ULT) P4GN di Ruang Rapat Kesbangpol Bengkalis.

BENGKALIS, PROKOPIM – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam menangani persoalan narkoba kembali ditegaskan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pembentukan Unit Layanan Terpadu (ULT) Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Kegiatan digelar di Ruang Rapat Kesbangpol Bengkalis, Selasa (5/5/2026).

FGD ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bengkalis, Dr. H. Bagus Santoso, sebagai wujud keseriusan daerah dalam memperkuat langkah nyata memerangi narkoba.



Dalam paparannya, Kepala Kesbangpol Suwarto menyampaikan bahwa pembentukan ULT P4GN merupakan hasil sinergi lintas perangkat daerah dan instansi vertikal. Ia menekankan pentingnya dukungan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Polres Bengkalis, Kodim 0303 Bengkalis, Kejari Bengkalis, hingga dinas teknis lainnya untuk menyiapkan personel ASN yang akan bertugas secara bergilir di sekretariat ULT.

“Operasional ULT nantinya akan didukung oleh anggaran APBD melalui Kesbangpol, dengan perencanaan penguatan pembiayaan pada tahun 2027. Kehadiran ASN di sekretariat sangat penting mengingat pelayanan yang diberikan berkaitan langsung dengan penanganan masyarakat yang terpapar narkoba,” jelas Suwarto.



Sementara itu, Wakil Bupati Bagus Santoso menegaskan bahwa pembentukan ULT merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, termasuk melibatkan BUMD.

Menurutnya, persoalan narkoba saat ini semakin kompleks dan masif, sehingga membutuhkan pendekatan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis tindakan nyata.

Ia mengungkapkan, Kabupaten Bengkalis memiliki tantangan geografis yang cukup besar dengan banyaknya jalur perlintasan, termasuk pelabuhan tidak resmi yang rawan menjadi pintu masuk narkoba. Kondisi ini diperparah dengan faktor ekonomi masyarakat pesisir yang kerap dimanfaatkan jaringan internasional sebagai celah peredaran gelap.



“Selain itu, kita juga mencermati masih tingginya angka penyalahgunaan serta lemahnya efek jera, termasuk di lingkungan pemasyarakatan. Oleh karena itu, integritas seluruh pihak, khususnya aparat penegak hukum, menjadi kunci utama,” tegas Wabup.

“Tidak boleh ada kompromi. Siapapun yang terlibat, baik pengguna, kurir, maupun bandar, harus ditindak tegas sesuai hukum. Penanganan harus transparan dan adil agar kepercayaan publik kembali terbangun,” tambahnya.



Menutup arahannya, Wabup mengajak seluruh elemen menjadikan pemberantasan narkoba sebagai komitmen bersama. Ia berharap ULT P4GN mampu menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan, penindakan, dan rehabilitasi demi menyelamatkan generasi muda Bengkalis.

Kegiatan diakhiri dengan diskusi interaktif untuk menyatukan pandangan serta merumuskan langkah konkret percepatan pembentukan ULT P4GN.



Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Tim Percepatan Pembangunan Bengkalis H. Mustafa Kamal dan H. Yuhelmi, Kepala Dinas PMD Ismail, Sekretaris BKPP Nurkamazaman, Sekretaris Dinkes Hj. Akna Juita, serta seluruh perwakilan perangkat daerah terkait.


Berita Lainnya

Tulis Komentar