Senin, 21 September 2026 - 12:39:29 WIB - Dibaca : 19 Kali
Wabup Bagus Santoso Dorong UMKM Jadi Pilar Penggerak Ekonomi di Wilayah Perbatasan
Editor: Indra - Rep: Sabariah - Foto: Beby Candra dan Khairuddin
BENGKALIS, PROKOPIM – Wakil Bupati Bengkalis Dr. H. Bagus Santoso membuka secara resmi Dialog Interaktif Luar Studio RRI dengan tema “UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat di Daerah Perbatasan”. Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Wisma Daerah Bengkalis, Senin 21/9/2026 tersebut menjadi wadah dialog terbuka antara pemerintah, pelaku UMKM, mahasiswa, akademisi, serta masyarakat guna mengkaji peluang dan tantangan pengembangan UMKM di Kabupaten Bengkalis.
Bagus Santoso menyampaikan, UMKM merupakan salah satu kekuatan utama ekonomi kerakyatan yang harus terus didorong dan dikembangkan. Pemerintah tidak hanya berupaya menambah jumlah pelaku usaha, melainkan memastikan mereka mampu bertahan, naik kelas, menciptakan lapangan kerja, serta memperluas jangkauan pasar.
Berdasarkan data Satu Data UMKM, hingga tahun 2026 tercatat sebanyak 56.379 pelaku UMKM di Kabupaten Bengkalis. Pemerintah daerah memperkuat ekosistem UMKM melalui pendataan akurat, peningkatan kapasitas, bantuan legalitas dan sertifikasi, akses pembiayaan, digitalisasi, inovasi, penguatan koperasi, serta perluasan akses pasar.

“Kita mendorong UMKM bukan sekadar bertambah jumlahnya, tetapi bagaimana mereka bisa tumbuh, berkembang, naik kelas, dan mampu bersaing,” tegas Bagus.
Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka, Bengkalis memiliki peluang strategis dalam perdagangan lintas negara. Potensi besar di sektor perikanan, pertanian, perkebunan, kuliner, kerajinan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi yang menembus pasar regional.
Oleh sebab itu, penguatan UMKM harus diiringi peningkatan kualitas, standarisasi, legalitas, kemasan, digitalisasi, konektivitas, serta akses pasar yang lebih luas.

“Kita tidak hanya membangun produk, tetapi juga membangun jalannya produk agar sampai ke tangan pembeli,” ujarnya.
Dari sisi dukungan pemerintah, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah mencatat hingga September 2026 terdapat 1.846 pelaku usaha mikro yang mendapat pendampingan. Sebanyak 202 pelaku memperoleh rekomendasi Hak Kekayaan Intelektual, 253 difasilitasi sertifikasi halal, 122 mendapatkan rekomendasi XSTAR, serta 1.267 orang mengikuti pelatihan, sosialisasi, bazar, dan kegiatan pengembangan kapasitas.
Dalam sesi dialog, Kepala Desa Bantan Timur sekaligus pelaku usaha arang kayu, Sani, berbagi pengalaman sukses menembus pasar ekspor ke Tiongkok, dengan bahan baku dari Malaysia dan pembeli dari Singapura. Ia mengajak generasi muda untuk percaya diri, fokus, dan konsisten mengembangkan karya.

“Yakinlah pada apa yang kita buat, lalu fokus. Fokuslah pada karya kita,” ujarnya.
Sementara itu, pelaku UMKM Rumah Jahit Lestari, Suci, mendorong pembentukan komunitas usaha di tingkat desa dengan melibatkan pemerintah desa, PKK, dan masyarakat. Menurutnya, pelatihan berkelanjutan dapat melahirkan kelompok usaha baru sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga.
Mahasiswa juga menyampaikan sejumlah catatan terkait hambatan akses permodalan, dukungan inovasi, serta peluang memasarkan produk lokal ke Malaysia, Singapura, dan negara tetangga.

Menanggapi hal tersebut, Bagus Santoso mengajak generasi muda berani mencoba dan membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, industri, perguruan tinggi, serta lembaga keuangan.
“Jangan takut gagal. Jangan takut mencoba, tapi takutlah jika kalian tidak pernah mencoba,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar tidak terpaku pada pekerjaan sebagai aparatur pemerintah sebagai satu-satunya pilihan. Lulusan perguruan tinggi dapat menjadi pengusaha muda yang justru menciptakan lapangan kerja bagi orang lain, dengan prinsip Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) dari pelaku usaha yang telah berhasil.

Pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin memulai usaha untuk mendapatkan informasi dan pendampingan melalui Dinas Koperasi serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian.
“Yakinlah, UMKM akan menjadi pilar pertumbuhan ekonomi dan gerakan ekonomi riil bagi Kabupaten Bengkalis,” pungkasnya.
Penguatan UMKM memerlukan kolaborasi menyeluruh dari pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi, perbankan, dunia industri, media, pemerintah desa, dan masyarakat. Dengan kebersamaan ini, diharapkan UMKM semakin mandiri, produktif, kompetitif, serta mampu membawa produk Bengkalis melangkah ke pasar nasional hingga internasional.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bappeda Kabupaten Bengkalis Rinto, SE, M.Si; Kepala Dinas Sosial H. Hambali, S.Pd.I.; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Drs. H. Ismail, M.P.; Kepala Dinas Koperasi dan UKM Basuki Rakhmad, AP, M.Si; Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Zulpan, ST; Camat Bengkalis Rafli Kurniawan, S.IP.; Ketua Kadin Kabupaten Bengkalis Muhammad Ridho Nosa; serta Ketua Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Bengkalis Dr. Khodijah Ishak, SH.I., M.E.Sy.
Turut hadir jajaran pimpinan LPP RRI: Ketua Dewan Pengawas Anwar Mujahid Adhy Trisnanto beserta istri; Direktur Layanan dan Pengembangan Usaha Yonas Markus Tuhuleruw beserta istri; Kepala LPP RRI Padang Yulian S. Saaba, S.H. beserta istri; serta Kepala LPP RRI Pekanbaru Drs. Agung Prasatya Rosihan Umar beserta istri.
Kehadiran pimpinan LPP RRI semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga penyiaran publik dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui penyebarluasan informasi, edukasi, serta promosi potensi unggulan daerah.
Dengan terselenggaranya dialog ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat guna mengembangkan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Kabupaten Bengkalis, tak terkecuali di wilayah perbatasan.

Berita Lainnya
26 Tahun Persoalan Lahan, Pemkab Bengkalis Buka Ruang Penyelesaian Aspirasi Warga Rupat
Ramah Tamah Bersama RRI, Wabup Bagus Santoso: Perkuat Sinergi Informasi Publik Demi Kemajuan Daerah
Sampaikan Perubahan APBD 2026, Bupati Bengkalis Tegaskan Pengelolaan Fiskal dan Penyelesaian Persoalan Masyarakat
Wabup Bagus Santoso Terima Audiensi Pemerhati Lingkungan, Bahas Penguatan Kerja Sama Pengelolaan Lingkungan
Tulis Komentar