Kamis, 24 September 2026 - 10:06:20 WIB - Dibaca : 29 Kali

Peduli Kesehatan Otak, Pemkab Bengkalis Ajak ASN Kenali Dini Alzheimer

Editor: Nurhadi - Rep: Nuratika - Foto: Sumanto dan Riski Riko Agustin

BENGKALIS, PROKOPIM — Jangan anggap remeh lupa. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan edukasi demensia Alzheimer yang digelar Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersama Alzheimer’s Indonesia (ALZI) Bengkalis, Kamis (24/9/2026) pagi.

Tak hanya memberikan pemahaman tentang kesehatan otak, kegiatan yang dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Bengkalis tersebut juga dirangkai dengan Senam ABC (Alzheimer Bengkalis Ceria). Seluruh ASN, PPPK, PPPK Paruh Waktu hingga tenaga outsourcing di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis ikut ambil bagian.

Pemkab Bengkalis menjadikan momentum tersebut sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa kesehatan tidak hanya menyangkut fisik, tetapi juga fungsi otak dan kemampuan kognitif, terutama dalam menghadapi risiko demensia dan Alzheimer.

Staf Ahli Bupati Bengkalis Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Johansyah Syafri, saat membuka kegiatan mengatakan, peringatan Hari Alzheimer Sedunia setiap 21 September menjadi momentum penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap penyakit yang berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif tersebut.

Menurutnya, keluhan mudah lupa kerap dianggap sebagai sesuatu yang wajar, terutama ketika seseorang memasuki usia lanjut. Padahal, perubahan kemampuan kognitif yang semakin mengganggu aktivitas sehari-hari perlu mendapat perhatian.

“Salah satu gejala yang paling mudah dikenali adalah sering lupa meletakkan barang. Karena itu, penting bagi kita mengenali gejala Alzheimer sejak dini agar dapat memberikan perhatian dan penanganan yang tepat, khususnya kepada orang tua kita,” ujarnya.

Edukasi kemudian dilanjutkan oleh Ners Diah Tantri Kusumaningtyas dari ALZI Bengkalis. Ia menegaskan, demensia tidak dapat begitu saja dianggap sebagai konsekuensi normal dari proses penuaan.

“Demensia itu bukan bagian normal dari proses penuaan. Demensia merupakan kumpulan gejala akibat penurunan fungsi kognitif dan fungsi otak yang mengganggu aktivitas serta kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ia menyebutkan, siapa pun dapat mengalami demensia. Sejumlah faktor risiko yang perlu diperhatikan antara lain diabetes melitus, hipertensi, obesitas, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok serta pola hidup yang kurang sehat.

Karena itu, kesadaran untuk menjaga kesehatan otak perlu dibangun sejak dini, termasuk melalui penerapan pola hidup sehat dan mengenali perubahan fungsi kognitif sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih berat.

Sementara itu, dr. Nila Dwi Wati memberikan edukasi mengenai tanda-tanda awal Alzheimer yang perlu dikenali masyarakat.

Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan dengan 10 tanda peringatan Alzheimer, antara lain gangguan daya ingat yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kesulitan merencanakan atau memecahkan masalah, kesulitan menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya familiar, serta kebingungan terhadap waktu dan tempat.

Tanda lainnya berupa kesulitan memahami gambar atau hubungan ruang, gangguan dalam berbicara maupun menulis, sering salah meletakkan barang, menurunnya kemampuan mengambil keputusan, mulai menarik diri dari pekerjaan maupun aktivitas sosial, serta munculnya perubahan suasana hati dan kepribadian.

Peserta pun diajak lebih peka terhadap perubahan tersebut, baik yang terjadi pada diri sendiri maupun orang-orang terdekat.
Pesannya sederhana: semakin dini perubahan dikenali, semakin cepat pula langkah konsultasi dan penanganan dapat dilakukan.

Usai mendapatkan edukasi, suasana halaman Kantor Bupati Bengkalis berubah lebih semarak. Para peserta mengikuti Senam ABC (Alzheimer Bengkalis Ceria) bersama ALZI Bengkalis.
Senam ini tidak sekadar menjadi aktivitas untuk menggerakkan tubuh. Gerakan yang dipadukan dengan lagu juga dirancang untuk melatih konsentrasi dan respons peserta.
Antusiasme semakin terasa ketika panitia memberikan suvenir kepada peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Apresiasi juga diberikan kepada peserta yang menunjukkan konsentrasi terbaik selama mengikuti senam.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Bengkalis ingin membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan otak merupakan bagian dari investasi kesehatan jangka panjang.

Sebab, menjaga tubuh tetap aktif penting, tetapi menjaga otak tetap aktif dan mengenali perubahan sejak dini juga tak kalah penting.


Berita Lainnya

Tulis Komentar