Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:10:40 WIB - Dibaca : 17 Kali
Bupati Bengkalis Resmi Buka BEM Festival Budaya Melayu Bengkalis di Polbeng
Editor: Indra - Rep: Muhammad Imam Lutfi - Foto: Zahirman Agus
BENGKALIS, PROKOPIM – Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Andris Wasono, secara resmi membuka BEM Festival Budaya Melayu Bengkalis, yang berlangsung di lingkungan Kampus Politeknik Negeri Bengkalis, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Bengkalis ini berjalan meriah dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Dalam sambutannya, Andris menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada panitia penyelenggara atas terselenggaranya acara yang mengangkat kearifan lokal masyarakat Melayu ini.

"Saya sangat bangga dan mengapresiasi inisiatif mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis dalam melestarikan dan mempromosikan budaya Melayu. Budaya adalah identitas kita, dan melalui festival ini, generasi muda menunjukkan bahwa budaya tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman," ujarnya.
Budaya Melayu bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan jati diri, kebanggaan, dan pedoman nilai yang harus terus hidup, tumbuh, dan berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Bengkalis, pungkas Andris.
Di sisi lain, lanjutnya, kita juga tidak boleh menutup mata terhadap tantangan zaman. Arus globalisasi, perkembangan teknologi, dan perubahan gaya hidup dapat memengaruhi cara pandang serta perilaku kita, bahkan berisiko menjauhkan kita dari akar budaya sendiri.
Oleh karena itu, pelestarian budaya Melayu tidak boleh hanya berhenti pada seremoni, simbol, atau kenangan masa lalu. Budaya Melayu harus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari, melalui bahasa, adat istiadat, kesantunan, gotong royong, serta nilai-nilai luhur yang menjadi pegangan hidup masyarakat Melayu. Kita tidak ingin generasi masa depan hanya mengenal budayanya dari cerita, tetapi kehilangan kebanggaan untuk mengamalkannya.
Andris juga menegaskan bahwa mahasiswa bukan sekadar kelompok terdidik yang dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, melainkan kekuatan intelektual, agen perubahan, dan bagian penting dari masa depan daerah. Oleh sebab itu, disampaikan tiga pesan penting kepada para mahasiswa:
Pertama, kenali akar budaya dan kuatkan karakter. Jadilah generasi muda yang memahami sejarah daerahnya, serta mampu menjaga adat dan tradisi tanpa kehilangan sikap kritis dan keterbukaan terhadap perubahan.

Kedua, ubah budaya menjadi kreativitas dan peluang ekonomi. Jangan berhenti pada kemampuan menampilkan seni tradisional. Kembangkan budaya melayu menjadi karya yang inovatif, produk kreatif, konten digital berkualitas, promosi wisata, serta peluang usaha yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Ketiga, jadilah generasi pemersatu dan penggerak perubahan. Pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, pelaku seni, dunia usaha, dan masyarakat harus berjalan bersama.
"Melalui festival ini, mari kita lahirkan gerakan nyata pelestarian budaya, kreativitas mahasiswa, promosi potensi daerah, serta kolaborasi antara kampus dan masyarakat. Keberhasilan tidak diukur dari seberapa meriah acara digelar, tetapi seberapa besar manfaat yang ditinggalkan dan perubahan yang dihasilkan,” ajak Andris.
Kita butuh generasi muda yang tidak hanya bangga pada budayanya, tetapi berani menjaga dan mengembangkannya, tidak hanya berbicara tentang kemajuan, tetapi hadir menjadi penggerak perubahan.
"Mari kita jaga warisan leluhur, hidupkan inovasi, dan kuatkan kolaborasi, agar budaya Melayu tidak hanya dikenang sebagai kebesaran masa lalu, tetapi terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan generasi masa kini serta masa depan," pesan Andris.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa festival ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antarwarga kampus dan masyarakat sekitar, sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya leluhur.
"Melalui festival ini, kami ingin membuktikan bahwa budaya bukan sekadar masa lalu, tetapi bisa menjadi inspirasi dan kebanggaan kita semua," ungkapnya.
Acara berjalan lancar hingga selesai. Diharapkan, BEM Festival Budaya Melayu Bengkalis dapat terus digelar secara rutin, sehingga warisan budaya daerah tetap terjaga dan semakin dikenal luas, tidak hanya di Bengkalis, tetapi juga di luar daerah.



Berita Lainnya
Bupati Kasmarni Dukung Percepatan Pengeboran Migas, Dorong Kepastian Bagi Hasil Untuk Daerah Penghasil
Rakor PLTB, Pemkab Bengkalis Tekankan Pembagian Tugas Jelas Cegah Karhutla
Bupati Bengkalis Apresiasi PLN, Program Bakau Lestari Dukung Pelestarian Pesisir
Maulid Nabi di Duri, Pemkab Bengkalis Ajak Masyarakat Aceh Perkuat Ukhuwah dan Berkontribusi Bagi Daerah
Tulis Komentar