Senin, 26 Oktober 2026 - 12:17:24 WIB - Dibaca : 43 Kali

APBD Bengkalis 2027 Terhantam Badai Fiskal: DBH Migas Anjlok 80 Persen, Efisiensi Total Jadi Harga Mati

Editor: Nurhadi - Rep: Muhammad Iqbal - Foto: Khairuddin
Teks foto: Wabup Dr H Bagus Santoso saat menyampaikan arahannya pada Rapat Paripurna Penyampaian Ranperda APBD 2027 beserta Nota Keuangan, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bengkalis.

BENGKALIS, PROKOPIM – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2027 tidak lagi dirancang dalam zona nyaman. Negeri Junjungan ini resmi berhadapan dengan situasi darurat fiskal yang sangat berat akibat pemangkasan radikal dari pemerintah pusat.

Kenyataan pahit tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati Bengkalis, Dr. H. Bagus Santoso, saat membacakan pidato tertulis Bupati Hj. Kasmarni dalam Rapat Paripurna Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2027 beserta Nota Keuangan, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bengkalis, Senin (26/10/2026).

Rapat krusial yang menentukan arah urat nadi pembangunan Bengkalis ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Septian Nugraha, didampingi Wakil Ketua II Firnanda Pangaribuan, dan dihadiri oleh 26 anggota parlemen. Hadir pula Sekretaris Daerah dr. Ersan Saputra TH beserta jajaran kepala perangkat daerah.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis secara jujur mengakui bahwa postur anggaran kali ini berada di bawah bayang-bayang tekanan eksternal yang ekstrem. Pendapatan daerah yang menjadi motor penggerak pembangunan diproyeksikan merosot tajam akibat anjloknya Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas bumi dari pusat.

Tidak tanggung-tanggung, DBH migas Kabupaten Bengkalis berpotensi ambles hingga 80,61 persen. Hantaman ini memaksa eksekutif dan legislatif memutar otak demi menyusun anggaran yang realistis.

"Kita tidak boleh menutup mata terhadap kenyataan fiskal, tetapi kita juga tidak boleh menyerah pada keadaan," tegas Bupati Kasmarni dalam pidato yang dibacakan dengan lantang oleh Bagus Santoso di hadapan anggota dewan.

Secara garis besar, struktur rancangan APBD Bengkalis 2027 diformulasikan sebagai berikut:
• Pendapatan Daerah: Dirancang sebesar Rp3.247.173.355.097,47
• Belanja Daerah: Direncanakan sebesar Rp3.260.173.371.307,93
• Pembiayaan Daerah (Penerimaan): Direncanakan sebesar Rp13.000.016.210,46

Demi menghadapi kemarau panjang fiskal ini, Pemkab Bengkalis langsung tancap gas melakukan reformasi struktural radikal. Sebagai implementasi dari Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2025, pemerintah resmi memangkas gemuknya birokrasi.

Jumlah perangkat daerah dikurangi secara signifikan dari 45 menjadi 39 instansi. Langkah "diet birokrasi" ini dipaksa berjalan agar operasional pemerintahan menjadi lebih ramping, efektif, efisien, dan responsif terhadap anggaran yang kian terbatas.

Bupati meminta dukungan penuh dari DPRD agar pembahasan APBD 2027 langsung diselaraskan dengan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru tersebut, memastikan alokasi anggaran melekat tepat pada fungsi barunya.

Menyikapi ruang belanja yang menyempit, Pemkab Bengkalis mengeluarkan instruksi keras kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mereka dilarang keras mengambil jalan pintas dengan melakukan pemotongan anggaran secara serampangan atau dibagi rata tanpa analisis mendalam.

Setiap program yang diusulkan wajib lolos uji urgensi, memiliki indikator kinerja yang jelas, serta berdampak langsung pada pelayanan dasar masyarakat. Skala prioritas menjadi satu-satunya hukum yang berlaku agar hak-hak publik tidak ikut terpotong di tengah krisis.

Pemerintah daerah dituntut untuk memperkuat kemampuan fiskal mandiri dan meningkatkan kualitas belanja (value for money), sehingga setiap rupiah yang keluar dari kas daerah benar-benar menjadi solusi di tengah masyarakat.

Diakhir pidatonya, Bupati Bengkalis menitipkan pesan optimisme. Di tengah hantaman badai fiskal yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, sinergi yang solid dan disiplin anggaran yang ketat diyakini mampu menjaga visi besar mewujudkan Kabupaten Bengkalis yang Bermarwah, Maju, Sejahtera, serta Unggul di Indonesia tetap berdiri tegak.


Berita Lainnya

Tulis Komentar