Selasa, 29 April 2014 - WIB - Dibaca : 760 Kali
Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh mengatakan, Kecamatan Bantan dikenal sebagai lumbung prestasi sejumlah cabang-cabang yang diperlombakan pada MTQ. Diharapkan, agar kecamatan Bantan dapat mempertahankan dan meningkatkan prediket sebagai lumbung pencetak kader-kader ahli Al quran.
[caption id="attachment_1013" align="aligncenter" width="640"]
Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh didamping Sekda H. Burhanuddin, Kakan Kemenag H. Jumari, Camat Bantan Nazly, Anggota DPRD Kab. Bengkalis Sofyan dan Panitia Pelaksana Yuslih menekan sirine tanda dibukanya MTQ ke-XIX tingkat Kecamatan Bantan[/caption]
“Selama ini Kecamatan Bantan dikenal sebagai lumbung pencetak qori-qoriah, hafiz-hafizoh, mufasir-mufasiroh dan khattat-khattatoh, yang selalu mewakili Kabupaten Bengkalis dan bahkan Provinsi Riau di berbagai event MTQ maupun STQ. Untuk itu kita berharap agar Kecamatan Bantan dapat mempertahankan dan meningkatkan prediket sebagai lumbung pencetak kader-kader ahli Alquran,” ujar Herliyan Saleh saat memberikan sambutan pada acara pembukaan MTQ Tingkat Kecamatan Bantan, bertempat di arena MTQ Kantor Camat Bantan Desa Selatbaru, Senin malam (28/4).
Namun demikian, Bupati juga mengingatkan, bahwa dalam pembinaan Alquran tidak hanya semata-semata mengejar prestasi belaka, melainkan bagaimana upaya untuk menumbuhkan minat para generasi muda lebih mencintai Alquran dan berminat mendalam seni baca Alquran.
“Memang tidak bisa dipungkiri, di satu sisi pencapaian prestasi masih tetap menjadi target kita dalam mengikuti even musabaqah tilawatil Quran (MTQ). Karena berkat prestasi yang berhasil diraih anak-anak kita, akan mengangkat nama daerah kita di tingkat Provinsi, Nasional bahkan Internasional,” ujar Herliyan.
Terkait dengan hal itu, Herliyan meminta kepada pengurus LPTQ Kecamatan untuk terus berkoordinasi dengan LPTQ kabupaten dalam membuat program pengembangaan dan pembinaan tilawatil Quran. Dalam pembinaan tilawatil Quran, hendaknya tidak dilakukan secara instan jelang pelaksanaan mengikuti ajang musabaqah tilawati Quran.
“Jika hal itu dilakukan ini sangat mengkhawatirkan sekali, karena dalam jangka panjang Kabupaten Bengkalis tidak mempunyai kader-kader Alquran yang berkualitas,” katanya.
Menurut Herliyan, pengurus LPTQ harus memperkuat jaringan kerja dalam mempersiapkan kaderisasi. Caranya dengan merekrut santri-santri pondok pesantren Tahfizul Quran atau pesantren Salafiyah lainnya. “Kita harus mulai melakukan pembinaan terhadap potensi santri dan santriwati daerah kita agar dalam jangka panjang mereka mampu meraih prestasi di ajang MTQ maupun STQ,” katanya lagi.
Kegiatan MTQ yang akan berakhir hingga 2 Mei mendatang itu memperlombakan cabang Tilawah, Khattil Qur'an, Syarhil Qur'an, Fahmil Qur'an dan rebana. Untuk peserta 9 desa sedangkan 14 desa pemekaran tahun ini masih gabung dengan desa induk.
Selain Bupati, turut hadir Sekdakab Bengkalis H Burhanuddin, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) H Jumari, Camat Bantan Nazly, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Bengkalis H Arianto, anggota DPRD Dapil Bengkalis Bantan Sofyan, serta sejumlah pejabat teras lingkup Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Berita Lainnya
Pangdam I BB Instruksikan Prajurit di Lapangan Cepat Atasi Karlahut
Bupati Kunjungi Korban Rumah Terbakar, Amril Prihatin dan Berharap Korban Tetap Sabar
Amril : Layani Masyarakat Dengan Pola 3S
Bupati Amril Dapat Surprise dari Karyawan Chevron
Tulis Komentar