Rabu, 30 April 2014 - WIB - Dibaca : 713 Kali

Sekda Bengkalis Jadi Narasumber Seminar Nasional Solusi Tuntas Riau Bebas Asap

[dropcap style="white-dropcap blue" rounded="nonestyle"]S[/dropcap]ekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis H. Burhanuddin berkesempatan menjadi narasumber pada Seminar Nasional Solusi Tuntas Riau Bebas Asap, Selasa (29/4). Acara dipusatkan disalah satu hotel di Pekanbaru dan dihadiri kepala daerah se-provinsi Riau.

[caption id="attachment_1017" align="aligncenter" width="640"]Sekretaris Daerah Kab. Bengkalis H. Burhanuddin berkesempatan menjadi narasumber pada Seminar Nasional Solusi Tuntas Riau Bebas Asap Sekretaris Daerah Kab. Bengkalis H. Burhanuddin berkesempatan menjadi narasumber pada Seminar Nasional Solusi Tuntas Riau Bebas Asap[/caption]

Seminar Nasional ini ditaja Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Riau bekerjasama dengan Universitas Riau (Unri) dan Universitas Gajah Mada dibuka secara langsung oleh Asisten Ekbang Setdaprov Riau, H Wan Amir Firdaus.

Dihadapan peserta seminar, Burhanuddin menyampaikan kondisi dan berbagai upaya yang ditempuh Pemkab Bengkalis untuk mencegah dan menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

"Tahun 2013 lahan yang terbakar di Bengkalis sekitar 8 ribu hektar, sedangkan pada musim kemarau tahun ini kebakaran hutan dan lahan di Bengkalis meningkat 11.164,90 ha, sehingga pada bulan Februari kemarin Bengkalis ditetapkan sebagai wilayah darurat asap", kata Burhanuddin.

Musibah karhutla di Bengkalis menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat, baik secara ekonomi maupun kesehatan. Pemkab Bengkalis sendiri telah berusaha semaksimal mungkin melakukan pemadaman dengan mengerahkan segala kekuatan, hanya saja faktor alam dan susahnya air membuat kebakaran sulit dikendalikan.

Ditambahkan Sekda, Pemkab terus berupaya melakukan evaluasi terhadap karhutla agar kedepannya bencana ini tidak terulang kembali.

"Prinsipnya Pemerintah Kabupaten Bengkalis berupaya melakukan berbagai kegiatan serta menggerakan seluruh stake holder mulai kabupaten sampai desa untuk upaya pencegahan terjadinya Karhutla. Misalnya melakukan rapat koordinasi hingga tingkat RT/RW yang dipimpin langsung bupati dan pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA)” beber Sekda lagi.

Dan yang paling penting saat ini Pemkab tengah gencarnya mensosialisasikan kepada masyarakat akan anomali cuaca ekstrim yang akan terjadi bulai Mei s/d September mendatang kemudian mengingatkan kembali agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena selain mengakibatkan bencana asap juga bisa berdampak hukum.


Berita Lainnya

Tulis Komentar