Senin, 05 Mei 2014 - WIB - Dibaca : 1915 Kali
[dropcap style="white-dropcap blue" rounded="dropcap-rounded"]S[/dropcap]ejumlah pelanggan PLN protes terhadap layanan PLN sejak sebulan terakhir. Pemadaman yang dilakukan sulit diprediksi karena tidak berjalan sesuai jadwal yang disampaikan. Sesuai jadwal pemadaman 4:1, namun terkadang 2:1 bahkan ada dalam satu hari terjadi pemadaman.
[caption id="attachment_1053" align="aligncenter" width="640"]
Kantor PT. PLN wilayah Riau & Kepulauan Riau Cabang Dumai Ranting Bengkalis di jalan Hang Tuah[/caption]
“Pemadaman tidak lagi sesuai jadwal, kalau seperti ini terus susah kita dibuatnya. Kalau memang 4: 1 seperti yang disampaikan, sejatinya harus direalisasikan. Ini kadang belum sampai 4 malam tapi sudah mati,” ujar Ami warga Senggoro baru-baru ini.
PLN tidak hanya melakukan pada malam hari, terkadang pagi juga mati, begitupun siang dan sore hari. “Sesuai dengan komitmen PLN yang bersikap tegas terhadap pelanggan yang menunggak. Kami juga bisa bersikap tegas, mendesak PLN memperbaiki layanan kepada pelanggan,” ujar Endi pula.
Manajer PLN Ranting Bengkalis, Andhy Prasetiawan kepada wartawan baru-baru ini mngatakan, empat unit mesin PLTD milik PT Kerta Bumi Teknindo (KBT) yang disewa PLN, selama April kemarin mengalami kerusakan. Akibat kerusakan tersebut, PLN mengalami defisit daya sebesar 2.500 KW dan terpaksa kembali melakukan pemadaman bergilir.
“Kerusakan mesin-mesin milik KBT tersebut terjadi secara bertahap pada April lalu. Ada yang dari awal mengalami kerusakan, tapi ada juga yang sengaja dioverhaul/perawatan, tapi begitu dioperasikan mengalami gangguan,” ujar Andhy.
Dikatakan, kerusakan pertama terjadi pada tanggal 4 April pada KBT unit G5, kemudian disusul dengan KBT unit G4 pada 22 April. Selang 2 hari kemudian yaitu pada tanggal 24 April terjadi kerusakan pada KBT unit G6 dan terakhir KBT unit G8 menyusul pada 25 April.
“Beban puncak sistem Bengkalis diperkirakan 15.500 KW. Daya mampu yang ada sekarang hanya 13.000 KW dan kita mengalami defisit sebesar 2.500 KW,” ujar Andhy.
Dengan defisit daya tersebut, Andhy mengatakan, mau tidak mau pihaknya terpaksa melakukan pemadaman bergilir. Sementara terhadap pihak KBT, dirinya sudah menginstruksikan agar segera melakukan perbaikan terhadap unit-unit yang rusak.
“Teknisinya sedang bekerja, mudah-mudahan dari empat unit yang rusak tersebut ada yang bisa segera normal kembali,” kata Andhy.
Seperti pernah diberitakan, kerusakan yang terjadi pada mesin-mesin KBT bukan baru sekali ini saja terjadi. Pada bulan Agustus tahun 2013 lalu, sebanyak empat unit mesin KBT juga mengalami kerusakan. Akibat kerusakan tersebut, PLN mengalami defisit daya listrik sebesar 1,5 MW dan terpaksa kembali melakukan pemadaman bergilir dengan perkiraan 9 : 1.
Menurut Andhy waktu itu, total mesin milik PT KBT yang mengalami kerusakan berjumlah empat unit dengan daya mampu sekitar 2,8 MW. Mesin-mesin buatan Amerika itu pertama kali mengalami kerusakan pada tanggal 2 Agustus 2013. Berikutnya berturut-turut pada tanggal 6 Agustus 2013, 10 Agustus 2013 dan terakhir pada malam Sabtu, 16 Agustus 2013.

Berita Lainnya
Pangdam I BB Instruksikan Prajurit di Lapangan Cepat Atasi Karlahut
Bupati Kunjungi Korban Rumah Terbakar, Amril Prihatin dan Berharap Korban Tetap Sabar
Amril : Layani Masyarakat Dengan Pola 3S
Bupati Amril Dapat Surprise dari Karyawan Chevron
Tulis Komentar