Jumat, 09 Mei 2014 - WIB - Dibaca : 699 Kali

Bengkalis Tuan Rumah Rakor Karhutla Tingkat Propinsi Riau

Bupati Bengkalis, H. Herliyan Saleh, Jumat (9/5) membuka rapat koordinasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tingkat Propinsi Riau. Acara yang berlangsung di kantor Bupati tersebut, dihadiri sejumlah pejabat Propinsi serta unsur Forkopimpda Riau.

[caption id="attachment_1067" align="aligncenter" width="640"]Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh memberikan sambutan saat membuka sosialiasi pengendalian hutan dan lahan di provinsi Riau Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh memberikan sambutan saat membuka sosialiasi pengendalian hutan dan lahan di provinsi Riau[/caption]

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa peristiwa karhutla merupakan isu lingkungan strategis yang perlu dilakukan pencegahan dan pengendaliannya. Tahun ini, tepatnya dari bulan Januari hingga Maret, luas lahan yang terbakar di Kabupaten Bengkalis mencapai 10.144,1 hektar.

Dalam upaya pengendalian dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada januari hingga akhir Maret lalu, Pemerintah Kabupaten Bengkalis kata Bupati telah berupaya maksimal. Namun cakupan kebakaran yang sangat luas, sehingga petugas di lapangan mengalami kendala. Baru setelah penetapan status darurat asap, Bengkalis mendapat bantuan dari Provinsi maupun Pusat.

“Kendala yang dihadapi selama ini, selain akses ke lokasi kebakaran sulit dijangkau, juga dikarenakan pasokan sumber air yang terbatas bahkan tidak ada karena kekeringan, sehingga petugas mengalami kesulitan. Ditambah lagi dengan kebiasaan sebagian masyarakat yang cenderung membuka lahan dengan cara membakar, sehingga menambah jumlah kasus kebakaran hutan dan lahan di daerah ini,” sebut Bupati.

Untuk mengatasi masalah sumber air dalam menangani kebakaran hutan dan lahan sebut Bupati, sesuai interuksi Gubernur Riau, bawa setiap Kabupaten/Kota harus membuat Embung (tempat penampung air) di sejumlah titik rawan kebakaran.

“Alhamdulillah, kami telah membuat embung di beberapa titik, seperti di desa Ulupulau Kecamatan Bantan dan Desa Temeran Kecamatan Bengkalis. Insyaallah, kedepan kita akan membuat sejumlah embung di Kecamatan Mandau dan Siak Kecil, serta di beberapa titik rawan kebakaran lainnya,” urai Bupati.

Sejauh ini kata Bupati, untuk mencegah musibah kebakaran hutan dan lahan, pemerintah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tentang ancaman hukuman maupun himbauan agar tidak membuka dan membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Disamping itu, pemkab Bengkalis juga telah membentuk regu pemadam kebakaran dari personil tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga Desa yang mencapai 216 orang dengan didukung peralatan pemadam,” sebutnya.

Disamping itu kata Bupati, dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan, Pemkab Bengkalis telah mengintruksikan kepada pemilik lahan baik itu perorangan, kelompok maupun perusahaan untuk melakukan pengaturan tata kelola air di lahan gambut, perbaikan drainase dan pembuatan pintu klip air di kanal-kanal dengan sistem buka tutap. Langkah ini guna menjaga stabilitas permukaan air di lahan gambut, sehingga lahan gambut tetap basah.


Berita Lainnya

Tulis Komentar