Jumat, 06 Juni 2014 - WIB - Dibaca : 975 Kali

Asisten III Bengkalis Buka Pencanangan Bulan Bhakti TNI Manunggal KB-Kes

[dropcap style="white-dropcap blue" rounded="nonestyle"]B[/dropcap]upati Bengkalis yang diwakili Asisten III H. Herdi Salioso secara resmi membuka Pencanangan Bulan Bhakti TNI Manunggal Keluarga Berencana dan Kesehatan (KB-Kes) tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2014 yang digelar di desa Boncah Mahang kecamatan Mandau, Kamis (5/6).

[caption id="attachment_1174" align="aligncenter" width="1024"]Asisten III Setda Kab. Bengkalis H. Herdi Salioso didampingi Mayor Inf. Abdul Mufakher dan perwakilan BKKBN Prov. Riau Joniwar tinjau pelayanan KB gratis usai pencanganan TNI Manunggal KB-Kes Asisten III Setda Kab. Bengkalis H. Herdi Salioso didampingi Mayor Inf. Abdul Mufakher dan perwakilan BKKBN Prov. Riau Joniwar tinjau pelayanan KB gratis usai pencanganan TNI Manunggal KB-Kes[/caption]

Dalam pengarahannya Asisten III mengatakan bahwa Pencanangan Bulan Bhakti TNI Manunggal KB-Kes ini merupakan langkah yang tepat dalam upaya mewujudkan keluarga kecil bahagia, serta upaya untuk menanggulangi terjadinya gizi buruk pada anak balita, angka kematian ibu dan pertambahan penduduk di kabupaten Bengkalis.

Disamping itu, melalui kegiatan ini diharapkan semakin meningkatkan semangat dari seluruh kalangan masyarakat untuk membangun keluarga bahagia dengan cara mensukseskan program keluarga berencana.

"Saya minta program pencanganan ini, jangan hanya sekadar acara seremonial dan slogan, tetapi betul-betul dilaksanakan agar dapat bermanfaat bagi masyarakat. Yang jelas program keluarga berencana tidak semata-mata hanya mengajak pasangan usia subur untuk memiliki dua anak saja, tapi bagaimana menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat untuk ikut dan peduli dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk," ujarnya.

Asisten III juga menambahkan bahwa berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun lalu, untuk Bengkalis angka Pasangan Usia Subur (PUS) mencapai 59.195 pasangan. Yang patut membanggakan dari jumlah tersebut, ternyata sekitar 69,3 persen atau sebanyak 41.022 pasangan merupakan peserta KB aktif, pada umumnya mereka menjadi peserta KB pemakai kontrasepsi yang mencapai 35.476 pasangan atau 60,1 persen. Angka kelahiran mencapai 2,69 persen. Sedangkan angka unmetneed atau peserta KB yang tidak terlayani terutama di daerah terisolir mencapai 4,2 persen.

Berbicara tentang masalah kesadaran keluarga berencana, tentunya berkaitan erat dengan angka kematian ibu secara nasional, berkisar 100 per 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian bayi 19 per 1.000 kelahiran dan angka kematian balita 32 per 1.000 kelahiran.

"Sedangkan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis tahun 2013 jumlah angka kematian ibu mencapai 65 orang yang disebabkan pendarahan, eklamsi, pertus lama dan infeksi, sedangkan jumlah kematian neonatal (umur 0 – 28 hari) sebanyak 18 orang dan kematian bayi umur 28 hari – 11 bulan jumlah nihil. Penyebab utama kematian karena berat badan lahir rendah, aspeksia dan infeksi," ungkap Asisten III.

Untuk mengurangi resiko angka kematian ibu, masyarakat harus merencanakan dan mengatur jarak kelahiran anak. Solusinya, mari ber-KB, karena dengan ber-KB, pasangan usia subur bisa memilih menunda, menjarangkan atau membatasi jumlah kelahiran. Disamping itu, melalui program KB memberikan perlindungan kesehatan reproduksi, perlindungan hak ibu dan anak serta menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Mayor Inf. Abdul Mufakher dari Kodim 0303/ Bengkalis, perwakilan BKKBN Provinsi Riau Joniwar, Kepala Badan BPP & KB Kabupaten Bengkalis H. Mustafa, sejumlah Camat seperti Camat Mandau H. Hasan Basri, Camat Pinggir Kasmarni, Camat Bantan Nazly serta masyarakat Mandau terutama ibu-ibu yang mengikuti kegiatan pelayanan KB gratis.


Berita Lainnya

Tulis Komentar