Rabu, 11 Juni 2014 - WIB - Dibaca : 763 Kali

Bupati Bengkalis Audiensi Bersama Wapres

[dropcap style="white-dropcap blue" rounded="nonestyle"]K[/dropcap]abupaten Bengkalis kembali menjadi pilihan Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar, untuk menempatkan para pengajar muda dari lulusan perguruan tinggi terkenal di tanah air. Mereka akan mengabdi selama satu tahun di sejumlah desa-desa yang berada dikawasan pesisir Bengkalis.

[caption id="attachment_1203" align="aligncenter" width="1024"]Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh bersalaman dengan Wapres Budiono, Rabu (11/6) dalam acara serah terima pengajar muda angkatan VIII untuk Kabupaten Bengkalis dan beberapa daerah lain di Indonesia. Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh bersalaman dengan Wapres Budiono, Rabu (11/6) dalam acara serah terima pengajar muda angkatan VIII untuk Kabupaten Bengkalis dan beberapa daerah lain di Indonesia.[/caption]

"Alhamdulillah, Bengkalis merupakan satu dari sepuluh kabupaten yang masih menjadi tujuan program Gerakan Indonesia Mengajar. Tentunya kita sangat menyambut baik program ini. Karena selama ini kita telah merasakan kontribusi parapengajar muda Indonesia", ungkap Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh seperti diungkapkan Kabag Humas, Andris Wasono, saat dihubungi dari istana Wakil Presiden Jakarta, Rabu (12/6).

Acara pelepasan pengajar muda angkatan VIII ini dilakukan Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono sekaligus diisi dengan audiensi bersama sepuluh kepala daerah, para pengajar muda, pihak sponsor dan sejumlah pihak stakeholder.

Hadir dalam audiensi tersebut, Wakil Menteri Pendudikan dan Kebudayaan, Direktur Eksekutif Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar, Hikmat Hardono, praktisi pendidikan, Anies Baswedan, sedangkan dari Bengkalis dihadiri langsung, Bupati H Herliyan Saleh dan Kepala Dinas Pendidikan, H Herman Sani.

Seperti disampaikan Andris, jumlah pengajar muda angkatan VIII sebanyak 75 orang ditempatkan 75 sekolah dar 10 Kabupaten. Pada acara audiensi tersebut digelar tukar pendapat dan tanya jawab antara Wapres Boediono dengan para kepala daerah, pengajar muda Indonesia dan sejumlah sponsor dari BUMN.

Pada kesempatan itu, Wapres menyatakan bangga dengan semangat para pengajar muda yang rela untuk ditempatkan diwilayah terpencil dinegeri ini. Pada kesempatan itu juga, Wapres didaulat menjadi anggota kehormatan korps pengajar muda Indonesia.

Wapres juga mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Indonesia Mengajar. Setelah delapan tahun masih terus bekerja dengan penuh semangat. Keputusan para sarjana dari perguruan tinggi terkenal untuk mengabdi selama satu tahun ini, hendaknya menjadi sebuah motivasi bagi daerah untuk lebih memajukan dunia pendidikan di Indonesia.

Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh kata Kabag Humas, sangat mendukung program Gerakan Indonesia Mengajar, karena program ini memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pendidikan di daerah terutama dari daerah terpencil.

Sejak berapa tahun ini sejumlah sekolah di desa-desa dari Kecamatan Rupat, Rupat dan Bantan telah merasakan keberadaan pengajar muda Indonesia ini. Disamping itu, para tenaga didik juga bisa bertukar pengalaman dan menggali ilmu.

“Pak Bupati mengaku salut atas perjuangan dan pengorbanan parapengajar muda Indonesia yang bersedia berbagi ilmu dan pengalaman dipelosok negeri junjungan Kabupaten Bengkalis. Kehadiran mereka dapat memacu anak-anak dari kampung untuk tampil percaya diri."ujar Kabag lagi.


Berita Lainnya

Tulis Komentar