Kamis, 28 Agustus 2014 - WIB - Dibaca : 1186 Kali

Wabup Lepas 21 Pelajar MAN Bengkalis Belajar ke Kampung Inggris

[dropcap style="white-dropcap blue" rounded="nonestyle"]M[/dropcap]adrasah Aliyan Negeri (MAN) Bengkalis, kembali mengirimkan 21 siswanya ke Pare Provinsi Jawa Timur atau lebih dikenal dengan sebutan Kampung Inggris. Para pelajar tersebut akan menetap selama 6 bulan di Pare guna lebih memantapkan penguasaan bahasa Inggris.

[caption id="attachment_1607" align="aligncenter" width="1000"]Wakil Bupati Bengkalis H. Suayatno memberikan sambutan saat pelepasan 21 pelajar MAN Bengkalis yang belajar ke kampung Inggris Wakil Bupati Bengkalis H. Suayatno memberikan sambutan saat pelepasan 21 pelajar MAN Bengkalis yang belajar ke kampung Inggris[/caption]

Acara pelepasan para pelajar tersebut dilakukan oleh Wabup, H Suayatno bertempat di rumah dinas Wabup. Turut hadir, selain Kepala MAN, H Sudirman MP, terlihat juga, Kepapa UPT Disdik, para guru MAN dan sejumlah wali murid.

Dalam arahan singkatnya, Wabup mengatakan, apa yang dilakukan oleh MAN Bengkalis dengan mengirimkan sejumlah siswanya ke Kampung Inggris sejak beberaa tahn terakir merupakan langkah tepat.

“Saya mengpresiasi kegiatan ini. sebuah kegiatan yang positif yang dilakukan leh MAN Bengkalis,” ujar Wabup, Kamis (28/8).

sebagai sarana komunikasi global, kata Wabup, bahasa Inggris harus dikuasai secara aktif baik lisan maupun tulisan. Sebagai bahasa pergaulan dunia, bahasa Inggris bukan hanya sebagai kebutuhan akademis, karena penguasaannya hanya terbatas pada aspek pengetahuan bahasa saja melainkan sebagai media komunikasi global.

Dalam kesemptan tersebut, Suayatno juga mengatakan bahwa keberadaan Madrasah di tengah masyarakat sangat dibutuhkan guna mendukung akselerasi peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Apalagi saat ini madrasah sudah cukup maju dengan melengkapi fasilitasnya sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Pada dasarnya madrasah mampu menjadi solusi terhadap berbagai persoalan kemasyarakatan.

Lulusan madrasah tidak kalah dengan lulusan sekolah umum, karena belajar di madrasah tidak hanya mendapatkan ilmu-ilmu umum, juga memiliki wawasan kepribadian Islami yang kuat. Dengan demikian kata Wabup, para peserta didik dapat meraih dua kebahagiaan secara seimbang, yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat.

“Sekali lagi saya sampaikam bahwa Keputusan pihak Madrasah Aliyah Negeri (MAN) mengirimkan 21 pelajar ke Pare Kampung Inggris merupakan tindakan yang sangat bijak. Hendaknya keputusan ini diikuti oleh sekolah-sekolah lain, sehingga para pelajar kabupaten Bengkalis dapat terampil berkomunikasi dalam bahasa Inggris,” ujar Suayatno.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga menyampaikan bahaya narkoba kepada pelajar. Di Kabupaten Bengkalis kata Wabup, kasus narkoba peringkat kedua di Riau setelah Pekanbaru. “Pengguna narkoba di Bengkalis hampir 90% berusia 18 sampai 20 tahun. Begitu juga dengan HIV/AIDS juga peringkat ke II di Riau,”ungkap Wabup.


Berita Lainnya

Tulis Komentar