Selasa, 12 Mei 2026 - 14:29:17 WIB - Dibaca : 237 Kali

Kasmarni Luncurkan Buku Profil Ulama Karismatik Bengkalis Jilid II: Lestarikan Warisan Keilmuan untuk Generasi Penerus

Editor: Indra - Rep: Sabariah - Foto: Muhammad Iqbal dan Sudiyo

BENGKALIS, PROKOPIM – Bupati Bengkalis, Kasmarni, secara resmi meluncurkan buku berjudul “Profil Ulama Karismatik Kabupaten Bengkalis Jilid II: Mengenal Sosok dan Perjuangan”. Kegiatan yang digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis ini berlangsung khidmat di Ruang Striaya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bengkalis, Selasa (12/05/2026).

Penerbitan dan peluncuran buku ini merupakan wujud nyata upaya mendokumentasikan jejak perjuangan, pemikiran, serta keteladanan para ulama yang telah berjasa besar membangun peradaban di Negeri Junjungan.

Acara tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, akademisi, para penulis, keluarga besar ulama, serta tamu undangan yang hadir secara luring maupun daring melalui aplikasi Zoom Meeting.


Turut hadir dalam kegiatan ini secara langsung, Wakil Bupati Bengkalis Dr. H. Bagus Santoso, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Syaputra.TH, Kepala Bappeda Rinto, Kepala Dinas Sosial H. Hambali, S.Pd.I, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Hendrik Dwi Yatmoko, S.Sos, MT, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dr. Suwarto, Ketua MUI Kabupaten Bengkalis H. Amrizal, Komandan Kodim 0303/Bengkalis Letkol Inf. Rudianto, Kasubsi Intelijen Kejaksaan Negeri Bengkalis Zikri Yohanda Khairi, Camat Bengkalis Rafli Kurniawan, serta para ulama, tokoh masyarakat, akademisi, dan jajaran perangkat daerah. Sementara itu, hadir secara daring akademisi dari Brunei Darussalam, Prof. Dr. H. Gamal Abdul Nasir.

Dalam sambutannya, Bupati Kasmarni menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tim penulis, penyunting, serta pengurus MUI Kabupaten Bengkalis yang telah bekerja keras mendokumentasikan sejarah dan perjuangan para ulama daerah.

Menurutnya, buku ini bukan sekadar catatan sejarah, melainkan jembatan penghubung berharga antara generasi masa kini dengan para pendahulu, agar masyarakat –khususnya generasi muda– lebih mengenal sosok dan peran tokoh ulama di lingkungannya sendiri.


“Para ulama memiliki peran sangat besar dalam membangun masyarakat Bengkalis. Jasa mereka tidak hanya tercatat dalam bidang dakwah dan pendidikan Islam, tetapi juga dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, serta perjuangan menjaga nilai-nilai agama dan kearifan budaya Melayu yang menjadi identitas kita,” ujar Kasmarni.

Ia berharap, buku ini dapat dicetak dalam jumlah lebih banyak dan didistribusikan secara luas ke sekolah-sekolah, madrasah, perpustakaan daerah, hingga lembaga pendidikan lainnya. Hal ini agar isi buku dapat menjadi sumber pembelajaran, referensi, serta sumber inspirasi bagi generasi penerus dalam meneladani akhlak dan pemikiran para ulama.

Sementara itu, dalam sambutannya secara daring, akademisi asal Brunei Darussalam, Prof. Dr. H. Gamal Abdul Nasir, menilai langkah MUI Bengkalis ini sebagai usaha yang sangat penting dan bernilai tinggi dalam menjaga warisan keilmuan Islam di daerah.

Ia mengungkapkan, ulama-ulama Bengkalis memiliki peran luar biasa dalam membangun pendidikan, dakwah, dan tatanan sosial masyarakat. Bahkan, hampir di setiap kampung dan surau di Negeri Junjungan pernah lahir ulama yang berkarisma, berilmu luas, dan berakhlak mulia.

“Hal terpenting dari sosok ulama bukan hanya keluasan ilmunya, tetapi bagaimana ilmu tersebut diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Antara ilmu dan amal harus berjalan beriringan,” ungkap Prof. Gamal.

Ia juga mengingatkan agar generasi muda menjadikan para ulama sebagai teladan utama, terutama dalam hal menjaga akhlak, adab, kesederhanaan hidup, serta nilai-nilai keislaman di tengah derasnya arus perkembangan zaman dan kemajuan media sosial saat ini.



Kemudian Ketua MUI Kabupaten Bengkalis, H. Amrizal, menjelaskan bahwa buku Jilid II ini merupakan kelanjutan dari penerbitan sebelumnya. Jika pada jilid pertama telah memuat profil 21 tokoh ulama, maka pada edisi kedua ini disajikan riwayat hidup dan perjuangan 15 tokoh ulama lainnya.

Dengan diterbitkannya buku ini, hingga saat ini sudah tercatat sebanyak 36 tokoh ulama Bengkalis yang berhasil didokumentasikan jejak pengabdian dan pemikirannya.

Sementara itu, Ketua Tim Penulis menyampaikan, proses penyusunan buku ini memakan waktu sekitar tujuh bulan. Mulai dari tahap pengumpulan data di lapangan, wawancara dengan keluarga tokoh terkait, penyusunan naskah, penelitian sejarah, hingga proses penerbitan menjadi buku utuh.

Kegiatan peluncuran buku ini berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang hangat dan sarat nilai religius. Momen ini menjadi langkah strategis dalam menjaga sejarah bangsa, mengenang jasa para pendahulu, serta memperkuat kembali identitas keislaman dan budaya Melayu yang kental di hati masyarakat Kabupaten Bengkalis.


Berita Lainnya

Tulis Komentar